Anjuran Pikiran Yang Baik Kepada Allah SWT

    Sikap optimis merupakan bentuk prasangka terhadap Tuhan.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketika seseorang ditimpa musibah dan cobaan, sesungguhnya Allah sedang memuliakannya. Berbuat baik kepada Allah SWT wajib dilakukan oleh setiap umat, baik dalam kondisi tertinggi maupun terendah yang ia alami.

    Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “Ana inda zhanni abdii-bi,”. Yang artinya, “Aku menurut apa yang hamba-Ku pikirkan tentang Aku,”. Hadits ini merupakan hadits shahih yang tertuang dalam sejumlah kitab hadits unggulan seperti Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga bersabda, “La yamutanna ahadukum illa wa huwa yuhsinu billahi az-zhanna,”. Artinya, “Janganlah salah seorang di antara kalian mati kecuali jika dia memiliki pikiran yang baik tentang Allah,”.

    Sheikh Al-Izz bin Abdus Salam dalam kitab Syajaratul Maarif menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat menyukai sifat optimis dan tidak menyukai pesimis. Karena sikap optimis merupakan bentuk prasangka terhadap Tuhan. Sedangkan sikap pesimis merupakan bentuk prasangka terhadap Tuhan.

    Dijelaskan pula bahwa bersikap baik kepada Allah adalah bentuk mengagungkan rahmat Allah dan keumuman pengampunan-Nya. Sehingga dalam kondisi apapun yang menimpa, Syekh Al-Izz menghimbau kepada umat Islam untuk selalu beribadah kepada Allah SWT.



    https://www.republika.co.id/berita/qxibtq366/anjuran-berbaik-sangka-kepada-allah-swt