Antisipasi Mudik, Jatim Blokir 27 Titik

    Kendaraan yang dimaksudkan untuk mudik akan dibalik.

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menegaskan, pihaknya akan mengikuti arahan Mabes Polri terkait larangan mudik lebaran 2021. Langkah dilakukan dengan melakukan penyumbatan, terutama di tujuh titik perbatasan Jawa Timur (Jawa Timur). Bagi yang ketahuan mudik, akan diminta putar balik.

    Kendaraan yang diperuntukkan mudik akan dibalik dan jika tujuannya untuk bekerja harus ada surat penugasan dari kantor. Bagi pemudik yang memaksakan perjalanan pulang akan diproses sesuai Undang-Undang Karantina nomor 6 tahun 2018, kata Gatot di Surabaya, Senin (19/4)).

    Gatot menegaskan, jenis kendaraan yang boleh melewati blokir itu hanya sedikit. Seperti kendaraan dinas, logistik, pengangkut barang kebutuhan pokok atau sembako, pengangkut bahan bakar, pengangkut alat kesehatan, dan ekspedisi. Gatot menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran TNI dan instansi terkait untuk melakukan isolasi.

    Gatot menjelaskan, ada 7 daerah isolasi yang berada di perbatasan Jawa Timur. Berada di perbatasan Tuban-Rembang, perbatasan Bojonegoro-Cepu, perbatasan Ngawi Mantingan-Sragen, perbatasan Magetan-Karanganyar, perbatasan Pacitan Donorojo-Wonogiri, perbatasan jalan tol Ngawi-Solo, dan perbatasan pelabuhan Ketapang, Banyuwangi -Gilimanuk, Bali.

    Gatot melanjutkan, pemblokiran juga akan dilakukan di 20 titik yang melupakan batas wilayah di Provinsi Jawa Timur. Lockdown dimaksudkan untuk mengantisipasi mudiknya warga sekitar.

    Blokade tersebut antara lain perbatasan Gresik-Lamongan, perbatasan Sidoarjo-Pasuruan, perbatasan Mojokerto-Sidoarjo, perbatasan Pasuruan-Probolinggo, perbatasan Probolinggo-Situbondo, dan perbatasan Pasuruan-Malang, perbatasan Malang-Lumajang, dan perbatasan Situbondo- Perbatasan Banyuwangi.

    Kemudian perbatasan Jember-Lumajang, perbatasan Nganjuk-Jombang, perbatasan Jombang-Mojokerto, perbatasan Blitar-Kediri, perbatasan Kediri-Malang, perbatasan Bojonegoro-Tuban, perbatasan Ngawi-Madiun, perbatasan Madiun-Magetan, Perbatasan Madura Utara-Pos Polisi Pelabuhan Tanjung Perak, Perbatasan Madura-Bangkalan, Perbatasan Pintu Masuk Tol Ngawi, dan Perbatasan Pintu Masuk Tol Probolinggo.

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Nyono menegaskan, mudik antar daerah di Jatim masih dilarang pada periode 6-17 Mei 2021. Nyono mengatakan, perjalanan orang di kawasan aglomerasi masih diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Tapi, untuk mudik, dia menegaskan bahwa hal itu tidak diperbolehkan

    Perjalanan dengan syarat tertentu yang dimaksud, seperti melayani anggota TNI-Polri, perjalanan bagi orang sakit yang ingin berobat, orang yang akan melahirkan, angkutan distribusi bahan bakar, angkutan sembako, dan lain sebagainya. “Tentunya mereka juga memiliki surat tugas dari atasannya sesuai dengan persyaratan yang berlaku,” ujarnya.




    Source