Apakah Anak Mengalami Covid yang Lama?

    Angka kejadian Covid-19 lama pada anak penyintas Covid-19 terbilang jarang.

    REPUBLIKA.CO.ID, FAIR Health Survey mengungkapkan sekitar 25 persen penyintas Covid-19 mengalami gejala berkepanjangan atau Covid panjang. Namun, insiden itu Covid panjang Pada penyintas Covid-19, anak-anak jarang terjadi.

    Temuan ini telah disampaikan melalui studi di Jurnal Kesehatan Anak dan Remaja Lancet. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana Covid-19 mempengaruhi anak-anak dan bagaimana perbedaannya dengan penyakit pernapasan lainnya.

    Penelitian tersebut melibatkan data dari 1.734 anak usia 5-17 tahun yang terjangkit Covid-19 pada periode September 2020 hingga Februari 2021 di Inggris. Selama periode ini, diperkirakan lebih dari 400.000 anak dan remaja telah dinyatakan positif COVID-19.

    Hasil penelitian menunjukkan hanya kurang dari 4 persen anak yang mengalami gejala Covid-19 selama empat minggu atau lebih. Selain itu, anak yang mengalami gejala Covid-19 lebih dari delapan minggu hanya di bawah 2 persen.

    Rata-rata, anak yang lebih besar mengalami durasi sakit yang sedikit lebih lama daripada anak usia sekolah dasar. Sebagai perbandingan, anak usia 12-17 tahun membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk pulih, sedangkan anak yang lebih kecil membutuhkan waktu sekitar lima hari untuk pulih.

    Gejala Covid-19 yang paling umum dialami anak-anak adalah sakit kepala dan kelelahan. Yang lain sering mengalami sakit tenggorokan dan kehilangan indra penciuman.

    Berdasarkan penelitian ini, peneliti mengungkapkan bahwa anak-anak mungkin mengalami Covid panjang. Namun kemungkinan anak mengalami Covid panjang sangat kecil.

    “Dan sebagian besar dari anak-anak ini membaik dari waktu ke waktu,” kata Emma Duncan, profesor endokrinologi klinis di King’s College London. BBC.

    Peneliti dan konsultan neurodisabilitas pediatrik di Rumah Sakit Anak Evelina London Dr Michael Absoud mengatakan penting bagi orang untuk mendengarkan keluhan tentang gejala anak mereka. Orang tua atau keluarga yang khawatir dengan gejala yang dialami anaknya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

    “Mereka dapat memberikan informasi atau merujuk ke dokter anak,” jelas Dr Absoud.



    https://www.republika.co.id/berita/qxbn2v423/apakah-anakanak-alami-long-covid