Apakah Anda perlu mengubah nama Anda ketika Anda menjadi seorang mualaf?

Nama adalah bagian dari identitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pertanyaan yang sering ditanyakan orang ketika menjadi mualaf adalah tentang pergantian nama yang pada umumnya mengandung unsur Islam. Namun, apakah perlu bagi umat Islam baru untuk mengubah nama seperti itu?

Instruktur dan konsultan dialog lintas agama dan antar budaya, Dalia Salaheldin menjawab, ini tidak perlu bagi mualaf. Menurutnya, nama merupakan bagian dari jati diri seseorang. Dalam hukum Islam, kata dia, juga tidak diwajibkan untuk diubah.

“Satu-satunya situasi di mana perubahan itu penting adalah jika nama Anda memiliki konotasi jahat dalam budaya Anda sendiri, atau jika itu adalah nama dewa atau dewi dari agama lain. (Tapi) Allah sangat memperhatikan kondisi hati Anda, di atas. semua, “katanya. dia dikutip dari Tentang Islam, Senin (12/4).

Ia mencontohkan, dalam sejarah Islam ada kisah Abu Hurairah yang bernama asli ‘Abd Sakhr yang artinya hamba batu. Karena dilarang dalam Islam, Nabi Muhammad SAW saat itu memintanya untuk mengganti nama menjadi Abd al-Rahman yang artinya hamba yang paling penyayang.

Nama panggilannya yang terkenal adalah Abu Hurairah. Nama ini diberikan kepadanya oleh Nabi Muhammad SAW karena Abu Hurairah sering terlihat memelihara anak kucing kecil (hurairah dalam bahasa Arab).

Salaheldin menjelaskan, yang wajib dalam Islam adalah seseorang yang taat kepada Allah SWT. Perubahan nama tidak termasuk di dalamnya. Menurutnya, banyak juga cerita tentang teman-teman yang masuk Islam dan tetap memakai nama mereka setelah memeluk Islam.

“Jadi, identitas muslim yang benar dan tulus ditentukan oleh keimanan yang ada di hati seseorang dan sejauh mana keimanan itu mempengaruhi tindakan dan sikapnya,” ujarnya.




Source