Arab Saudi Bantah Rumor Kematian Vaksin

    IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Saudi membenarkan bahwa rumor kematian yang terjadi satu tahun setelah vaksinasi Covid-19 itu tidak benar. Mereka menekankan bahwa orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin dalam keadaan sehat.

    Ia menambahkan, keamanan vaksin ini sudah terbukti secara ilmiah. Efektivitasnya pada individu dan masyarakat akan menjadi salah satu senjata terpenting dalam menghadapi pandemi.

    Dilaporkan dalam Berita Arab, Selasa (8/6), Kementerian Kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk mendapatkan informasi dari sumber resmi dan tidak mengikuti rumor tidak benar yang beredar.

    Asisten menteri kesehatan dan juru bicara kementerian, Muhammad Al-Abd Al-Aly, menekankan bahwa warga negara Saudi dan ekspatriat memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap virus tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan.

    Dia mengatakan ada peningkatan permintaan untuk vaksinasi. Kementerian juga mengumumkan mereka yang menerima vaksin Covid-19 di luar Kerajaan sekarang dapat mendaftarkan informasi mereka di sistem Saudi, termasuk aplikasi ‘Tawakkalna’.

    “Anda dapat mendaftarkan dosis vaksin Covid-19 yang diperoleh dari luar Kerajaan di sistem Kementerian Kesehatan yang akan tercermin dalam aplikasi Tawakkalna, melalui tautan https://eservices.moh.gov.sa/CoronaVaccineRegistration/,” kata kementerian kesehatan di akun resminya. //Indonesia//.

    Untuk memudahkan proses pengunggahan, pelamar harus memastikan keakuratan informasi yang dimasukkan dan memiliki identitas kebangsaan atau kependudukan. Mereka juga menyebutkan bahwa dokumen yang diserahkan harus berupa file PDF dengan ukuran tidak melebihi 1MB.

    Pemohon juga harus memastikan sertifikat vaksin mencakup persyaratan data pribadi yang diklarifikasi dalam sertifikat. Sertifikat harus dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, atau diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dan berisi nama dan tanggal vaksin serta nomor batch.

    Tidak hanya itu, kementerian juga mencatat bahwa aplikasi baru tidak dapat diunggah jika masih ada yang tertunda. Proses pendaftaran ini dapat memakan waktu hingga lima hari kerja untuk diproses.

    Sejauh ini, vaksin yang disetujui di Kerajaan adalah Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca dan Janssen Johnson & Johnson.

    Mereka yang tidak memiliki identitas nasional atau Iqama (izin tinggal) dan ingin mengunjungi Kerajaan, dikatakan dapat mendaftarkan status vaksinasi mereka secara elektronik melalui tautan berikut: https://muqeem.sa/#/vaccine-registration /rumah.

    Arab Saudi melaporkan dalam 24 jam 15 kematian terkait Covid-19, sehingga total menjadi 7.471, Senin (7/6).

    Pada periode yang sama, ada 1.161 kasus baru yang dilaporkan, total 458.707 orang di negara itu kini telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 9.376 kasus masih aktif, dimana 1.579 pasien dalam kondisi kritis.

    1.216 pasien dilaporkan telah pulih dari penyakit tersebut. Ini meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 441.860.

    Pusat pengujian dan perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah merawat ratusan ribu orang sejak pecahnya pandemi Covid-19. 15.028.653 orang di negara itu sejauh ini telah mendaftar dan menerima suntikan vaksin.



    https://www.ihram.co.id/berita/quddsi335/saudi-tepis-desasdesus-kematian-akibat-vaksin