Arab Saudi Buka Umrah, Menlu Langsung Koordinasi Dengan Menag dan Menkes

    Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabar gembira bagi warga negara Indonesia (WNI) yang sudah lama menunggu dibukanya perbatasan Arab Saudi untuk pelaksanaan umroh.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan telah menerima informasi dari pihak-pihak yang berwenang di Kerajaan Arab Saudi terkait pengaturan dimulainya kembali umrah bagi jemaah umrah Indonesia.

    Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers pada Sabtu (9/10/2021) setelah Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) menerima nota diplomatik dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta terkait pelaksanaan umrah pada Jumat (9/10/ 2021).

    KBRI telah mendapatkan informasi dari pihak-pihak yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi terkait pengaturan dimulainya kembali umrah bagi jemaah umrah Indonesia, ujarnya.

    Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Resmi Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Begini Penjelasannya

    Baca juga: Gaya Menlu Retno Marsudi Diapit 3 Jendral TNI, Sepatu Bikin Salah Fokus, Kanan Kiri Beda Warna

    Menlu menyampaikan bahwa kabar baik ini akan kita tindak lanjuti dengan pembahasan teknis pelaksanaan yang lebih detail.

    Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Termasuk otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi terkait penerapan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi ini.

    “Saya sendiri sudah berkoordinasi dan berkomunikasi baik dengan Menteri Kesehatan maupun dengan Menteri Agama,” kata Retno.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melaporkan bahwa pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) belum lama ini berkunjung ke Indonesia, (Youtube Sekretariat Presiden) (Jumat (3/9/2021) pagi). (Youtube Sekretariat Presiden)

    Retno membocorkan nota diplomatik tersebut juga menyebutkan bahwa kedua pihak sedang dalam tahap akhir pembahasan pertukaran hubungan teknis dengan Indonesia.

    Hal ini menjelaskan informasi pengunjung terkait vaksin dan akan mempermudah proses masuk jemaah haji.

    Catatan diplomatik itu juga menyebutkan mempertimbangkan penetapan masa karantina selama 5 hari bagi jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.

    Seperti diketahui, Menlu baru-baru ini meminta Arab Saudi mempertimbangkan untuk membuka umrah saat bertemu dengan Menlu Arab Saudi di sela-sela Sidang Umum PBB ke-76 di New York.

    “Panitia khusus di Kerajaan Arab Saudi saat ini sedang bekerja untuk meminimalkan segala hambatan yang mencegah kemungkinan jemaah umrah Indonesia tidak bisa melakukan umrah,” katanya.



    https://www.tribunnews.com/haji/2021/10/10/arab-saudi-buka-umrah-menlu-langsung-koordinasi-dengan-menag-dan-menkes