Arab Saudi Dipenjara 6 Bulan Karena Mengangkut Jemaah Haji Tanpa Izin

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Saudi telah memperingatkan sanksi yang akan diterima bagi pelanggar izin haji. Siapa pun yang tertangkap membawa jamaah haji tanpa izin akan menghadapi hukuman enam bulan penjara dan denda 50.000 riyal Saudi.

Sanksi lainnya termasuk mempublikasikan nama-nama pelanggar di media lokal serta penyitaan alat transportasi. Hukuman akan berlipat ganda jika ada lebih dari satu jemaah yang diangkut oleh sarana transportasi.

Dilaporkan dalam //Saudi Gazette//, Selasa (13/7), Jawazat juga mengatakan bahwa jika ada ekspatriat yang tertangkap menggunakan cap haji palsu tanpa mendapatkan izin resmi, mereka akan dideportasi dan tidak diizinkan kembali ke Kerajaan selama 10 tahun.

Undang-undang yang sama menetapkan bahwa seorang ekspatriat yang telah dideportasi hanya diperbolehkan masuk kembali ke Kerajaan untuk haji dan umrah dan bukan untuk bekerja.

Baru-baru ini, sebuah sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan bahwa mereka telah menetapkan denda 10.000 riyal Saudi. Sanksi dikenakan kepada mereka yang memasuki Masjidil Haram dan Area Haram Pusat di Mekah serta tempat-tempat suci Mina, Muzdalifah dan Arafat tanpa izin haji.

Kementerian mengatakan hukuman akan berlipat ganda jika pelanggaran itu diulang. Sanksi ini diberikan sebagai bagian dari tindakan hukuman terhadap pelanggar protokol pencegahan, untuk membendung penyebaran Covid-19 selama musim haji.

Larangan masuk ke tempat-tempat suci tanpa izin haji berlaku mulai 5 Juli, 13 hari sebelum ziarah tahunan, yang akan dimulai pada 18 Juli.

“Petugas pengamanan akan melaksanakan tugasnya di sepanjang jalan, pos pemeriksaan, serta di lokasi dan koridor menuju area pusat di sekitar Masjidil Haram, untuk mencegah upaya pelanggaran aturan,” kata kementerian itu.



https://www.ihram.co.id/berita/qw61hv385/saudi-penjara-6-bulan-bagi-pengangkut-jamaah-haji-tanpa-izin