ASN untuk Kota Bekasi dilarang mudik, kecuali untuk perjalanan dinas

    Pejabat yang melakukan perjalanan bisnis diharuskan untuk mematuhi protokol kesehatan

    REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Pembatasan Kegiatan Berwisata ke Luar Daerah dan / atau Mudik dan / atau Cuti Aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi saat Wabah Virus Corona 2019 (Covid-19). .

    Surat edaran yang ditandatangani Walikota Bekasi Rahmat Effendi ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah serta seluruh Perangkat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

    “Aparat dilarang bepergian ke luar daerah dan / atau mudik dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021,” tulis surat edaran yang ditandatangani Rahmat Effendi.

    Larangan bepergian ke luar daerah dan / atau mudik sebagaimana dimaksud dikecualikan bagi ASN yang melakukan perjalanan dalam rangka melaksanakan tugas dinas dengan terlebih dahulu mendapat Surat Tugas yang ditandatangani oleh sekurang-kurangnya Pejabat Tinggi (Eselon II) atau Kepala Dinas. Aparatur Daerah.

    “Aparatur yang berada dalam keterpaksaan perlu melakukan perjalanan ke luar daerah dengan terlebih dahulu mendapat izin tertulis dari Pegawai Negeri Sipil di lingkungan aparatur daerahnya,” tulisnya.

    Aparat yang melakukan kegiatan perjalanan dinas di luar daerah tetap harus memperhatikan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19.

    Selain itu, wajib memperhatikan peraturan dan / atau kebijakan mengenai larangan keluar masuk orang yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah asal dan tujuan perjalanan.

    Kriteria, persyaratan dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan Covid-19 serta protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, jelasnya.




    Source