ASN Wajib atau Sukarela Bayar Zakat melalui BAZNAS? Kata Wakil Presiden

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar peraturan tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib atau tidak mengeluarkan zakat dan disalurkan melalui Badan Amin Zakat Nasional (BAZNAS) untuk diterbitkan.

Juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Masduki Baidlowi mengatakan, tim sudah dibentuk.

“Kami dengar kajiannya sudah final dan mudah-mudahan segera keluar hasilnya,” kata juru bicara Ma’ruf Masduki Baidlowi dalam keterangan yang diterima, Jumat (23/4/2021).

Tim tersebut, kata Masruki, terdiri dari beberapa kementerian / lembaga, salah satunya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Masduki mengatakan, esensi aturan yang sebenarnya adalah apakah ASN wajib membayar zakat melalui Baznas, atau hanya sukarela atau tidak wajib.

“Wapres minta segera diselesaikan, dan diharapkan ASN bisa segera mendapatkan informasinya,” pungkas Masduki.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) mengimbau pejabat negara, BUMN, dan kepala daerah agar membayar zakat melalui amil zakat resmi.

Demikian disampaikan Presiden, saat membayar zakat ke Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Kamis (15/4/2021).

“Saya menghimbau kepada seluruh pejabat negara, BUMN, kepala daerah, perusahaan swasta di seluruh negeri untuk membayar zakat melalui amil zakat resmi untuk membantu terciptanya kemakmuran dan juga berkah bagi kita semua,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, zakat merupakan kewajiban umat Islam untuk berbagi rezeki dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya mustahik.

Presiden berharap zakat yang terkumpul bisa dimanfaatkan dengan baik.

Baca juga: Pembacaan Niat Zakat dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah dan Besarannya

“Untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19 dan juga membantu mengentaskan kemiskinan secara keseluruhan di negara kita,” ujarnya.

Presiden juga menghadapi zakat yang dikeluarkan, bisa menyempurnakan puasa dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

“Alhamdulillah, hari ini bersama Wapres dan para menteri Kabinet Indonesia Maju dapat terus memberikan zakat di tengah pandemi pandemi dan dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan saat ini, zakat dapat dilakukan secara online,” pungkas Jokowi.




Source