Asosiasi Bersyukur Saudi Tetap Gelar Haji

    IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengajak umat Islam untuk mensyukuri keputusan Arab Saudi untuk menggelar ibadah haji terbatas. Tahun ini, pemerintah Arab Saudi hanya menyelenggarakan haji untuk 60 ribu jemaah.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur haji tetap dilaksanakan sebagai syiar Islam dari Rukun Islam yang ke-5 yaitu haji,” kata Syam kepada republik, Senin (15/6).

    Syam mengaku sudah tahu sejak lama bahwa Arab Saudi akan tetap menggelar ibadah haji terbatas, yang hanya diperuntukkan bagi warga setempat. Pelaksanaan haji terbatas ini sama seperti tahun sebelumnya.

    “Alhamdulillah akhirnya saya membaca tujuan akhir haji yang diumumkan dengan jelas bahwa tidak ada jemaah haji dari luar negeri,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum Gaphura (Perusahaan Gabungan Haji dan Umrah Nusantara), Ali Moh Amin, memahami dan mengapresiasi keputusan Menteri Haji Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini yang membatasi pelaksanaan haji tahun ini hanya 60 ribu dan hanya untuk warga negara dan ekspatriat di Arab Saudi.

    Gaphura juga mengapresiasi keputusan Pemerintah Indonesia dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M yang ditetapkan di Jakarta pada 3 Juni 2021. oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas

    “Keputusan atau kepastian ini sangat ditunggu oleh semua pihak,” katanya kepada Republika kemarin.

    Menurutnya, dengan keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, tidak akan ada lagi isu yang berkembang seperti sebelumnya. Untuk itu, Gaphura mendukung keputusan yang diambil Arab Saudi dan pemerintah Indonesia dalam hal penyelenggaraan haji pada tahun 2021.

    “Kami yakin keputusan Menteri Agama Gus Yaqut dalam KMA Nomor 660 ini telah dipertimbangkan dengan baik dari semua elemen,” ujarnya.

    Ali berharap saat ini semua pihak melihat ke depan, lebih fokus pada bagaimana masyarakat Indonesia dapat kembali melaksanakan Ibadah Umroh di awal musim pada bulan September.

    Seperti vaksinasi terus di Indonesia, dan upaya lain untuk mengurangi jumlah kasus Covid-19.

    “Kami optimis pemerintah dapat meyakinkan Kerajaan Saudi dan berupaya membuka kembali umrah untuk Indonesia,” katanya.

    Ali memastikan dengan terbitnya pedoman umroh di masa pandemi yang menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah haji, tiga manfaat pertama akan diperoleh, aspek spiritual karena kerinduan yang lama tertunda akan Tanah Suci akan segera terpenuhi. Keduanya merupakan aspek operasional karena dapat dijadikan sebagai mitigasi dan persiapan pelaksanaan haji tahun depan. Dan ketiga aspek komersil nadi bisnis travel umroh dan haji bergerak kembali.



    https://www.ihram.co.id/berita/qup5nz423/asosiasi-bersyukur-saudi-masih-selenggarakan-haji