ASUSILA DAN NARKOTIKA KASUS MENONJOL TAHUN 2017

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tahun 2017 telah berlalu dengan berbagai persoalan yang terjadi, dimana dari hasil evaluasi yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sumbawa terhadap penanganan kasus tindak pidana yang terjadi didaerah ini (Sumbawa dan KSB) ternyata kasus perbuatan asusila dan narkotika menjadi trend dan dinilai menonjol, oleh karena itu diminta kepada semua pihak berbagai elemen masyarakat termasuk didalamnya para orang tua, agar dalam tahun 2018 ini bagaimana melakukan upaya pencegahan secara bersama-sama, sebab persoalan ini tidak saja menjadi tanggung jawab Pemerintah ataupun aparat penegak hukum semata tetapi merupakan kewajiban bagi kita semua untuk mencegahnya, kata Kajari Sumbawa Paryono SH dalam perbincangannya dengan Gaung NTB kemarin.
Kepada para orang tua dan elemen masyarakat kata Kajari Paryono, saya meminta jangan sampai ada anggota keluarganya terlibat dalam kasus narkotika maupun hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan delik asusila terhadap anak-anak ataupun yang dilakukan oleh anak-anak itu sendiri, dengan trend (modus) masih dalam batas usia dibawah umur dia sudah pacaran sampai berlanjut kepada perbuatan asusila dan ini ancaman hukumannya tinggi sekarang dengan adanya UU tentang perlindungan anak, dan jangan sampai masa depan anak ini menjadi terhambat, agar orang tua itu betul-betul memperlakukan dengan baik anak-anaknya baik itu yang punya anak wanita ataupun anak laki-laki itu sama, tukasnya.
“Ini menjadi PR kita bersama, dan kedepan supaya dapat menekan angka kasus tindak pidana narkotika dan perbuatan asusila ini bisa turun, dan dihimbau kepada Pemda tentunya kita cari polanya bagaimana cara agar tahun 2018 ini dapat diturunkan kejahatan terhadap anak dan perempuan, kita ingin menjadikan Kabupaten yang layak anak baik di Kabupaten Sumbawa maupun KSB, tetapi harus didukung dengan program yang nyata bagaimana agar supaya anak-anak benar-benar layak hidup didaerah ini, juga terhadap penyalahgunaan narkotika sekarang ini sudah masuk kesemua lini dan menjadi perhatian kita semua,” pungkas Kajari Paryono.
Begitu pula untuk penanganan kasus tindak pidana korupsi sambung Kajari Paryono, tetap dilakukan pemantauan terus dan kita sudah punya mana saja kasus-kasus yang akan ditindaklanjuti tahun 2018, dan ini menunjukkan bahwa daerah ini sebenarnya belum bebas korupsi karena masih ada, kita berharap apalagi Sumbawa dan KSB telah mendapatkan predikat WTP dari BPK-RI seyogyanya didukung dengan pelaksanaannya harus dapat dikurangi walaupun dari segi pembangunan kita tetap kawal melalui TP4D, ujarnya.