Atasi Pengangguran, Pemprov Jabar Bangun Situs Jabarjawara.id

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Disnakertrans meluncurkan situs jabarjawara.id. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, Taufik Garsadi, selain memberikan informasi lowongan kerja, portal online ini juga diharapkan mampu menghimpun berbagai data yang diperlukan terkait industri dan ketenagakerjaan.

Selama ini, kata Taufik, dia kesulitan mengumpulkan data ketenagakerjaan. “Selama ini data kita baru parsial, jadi data pengangguran baru berdasarkan data BPS, 2,53 juta. Secara nama per alamat baru 80 ribu sudah dipulangkan, 18 ribu di-PHK,” kata Taufik di Bandung. , Kamis (8/4).

Taufik mengaku sulit mengumpulkan data ini karena masing-masing pihak punya datanya sendiri-sendiri. “Perguruan tinggi, dinas pendidikan, mereka pegang datanya sendiri. Begitu juga perusahaan pegang datanya sendiri,” ujarnya.

Padahal, kata dia, sebagai aturan, setiap perusahaan wajib menginformasikan kepada pemerintah terkait perekrutan dan pemberhentian pekerja. “Setiap perusahaan, jika merekrut tenaga kerja, harus diserahkan ke pemerintah,” ujarnya.

Data yang terkumpul tersebut, kata dia, akan memudahkan dalam berbagai hal, terutama dalam pengambilan kebijakan. Misalnya, menurut dia, perusahaan akan lebih mudah mencari pekerja yang sesuai dengan kebutuhannya.

Begitu pula bagi masyarakat, mereka akan mengetahui lowongan kerja yang sesuai dengan keahliannya. Oleh karena itu, melalui jabarjawara.id yang dibangun bekerja sama dengan topkarir, perusahaan yang menginformasikan lowongan kerja, Taufik berharap dapat mengumpulkan data yang lengkap dan akurat terkait ketenagakerjaan. “Kalau kita punya data besar, apa saja bisa dilakukan. Berbagi data ini bisa dilakukan,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, portal jabarjawara.id akan memuat sejumlah data baik yang dibutuhkan perusahaan untuk mencari pekerja maupun untuk orang yang sedang mencari pekerjaan. Tak hanya itu, situs ini juga akan mencari tahu tentang potensi dan keahlian masyarakat Jawa Barat.

Sebab, kata dia, portal jabarjawara.id inipun menyediakan tes minat dan bakat bagi tiga juta warga. “Kami berharap melalui tiga juta tes minat dan bakat, kami dapat mulai mengumpulkan semua data ketenagakerjaan,” katanya.

Padahal, Taufik optimistis tiga juta warga negara yang mengikuti tes minat dan bakat tersebut diproyeksikan bisa mendapatkan pekerjaan hingga tahun 2023. Menurutnya, dalam jabarjawara.id ini akan diinformasikan lowongan kerja dari seluruh perusahaan di Jabar.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 80 ribu perusahaan yang telah bermitra dalam program ini. “Harapannya semua perusahaan masuk ke sana, ini sangat krusial, (penambahan) ini akan terus berlanjut,” ucapnya.

Taufik juga optimistis hingga 2023 pengangguran akan tertangani sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca COVID-19. “Jika dunia usaha kita pulih, dalam dua tahun pemulihan akan selesai hingga 2023. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perusahaan yang direkrut dari luar masih menganggur,” ujarnya.

Sedangkan menurut CEO Topkarir Bayu Janitra, saat ini terdapat 3.800 lowongan kerja yang diumumkan di situs tersebut. “Kami akan terus kanvas bersama pihak perusahaan, agar jumlah lowongan kerja terus bertambah, sehingga lebih banyak tenaga kerja yang bisa terserap,” ujarnya.

Bayu menargetkan hingga bulan ini sudah ada 10 ribu lowongan kerja yang diumumkan di jabarjawara.id. Selain itu, masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dengan mengakses situs tersebut. Beberapa materi pelatihan bisa diikuti terutama tentang kewirausahaan. “Potensi wirausaha kita sudah berjalan 36 episode, ilmu praktis,” ujarnya.

Misalnya, pihaknya menyediakan tayangan video tentang pengelolaan hukum formal untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. “Cara-cara dijelaskannya ada 38 episode,” ucapnya.

Saat ditanya tentang keberadaan jabarjawara.id yang digunakan untuk pendataan, menurutnya sangat tepat. Pemerintah akan memiliki data yang cepat dan diperbarui setiap saat.

“Kalau ada inisiatif dari pemerintah, ini bisa efektif. Misalnya kalau masyarakat tertarik dengan teknologi, pemerintah bisa mulai pengembangan teknologi. Atau kalau ada perusahaan yang sedang berkembang bisa lebih cepat mencari talent,” pungkasnya. kata.

Untuk memaksimalkan kinerja portal, dia memastikan pihaknya telah menerapkan sistem keamanan yang baik. “Untuk keamanan kami menggunakan server tier 4, di bawah level keamanan perbankan sedikit. Lalu jika ada lonjakan akses maka akan terjadi auto konflik. Kami tidak khawatir,” ucapnya.

Kepala Bidang Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar, Zoelkifli M Adam, menyambut baik keberadaan jabarjawara.id. Melalui portal tersebut, ia berharap akan semakin mudah dalam merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. “Ini solusi bagi pengusaha. Kami kesulitan merekrut tenaga kerja, biasanya dengan bursa kerja, tapi belum maksimal,” ujarnya.


Source