Ayah Menganiaya Anak Agar Bisa Kembali ke Mantan Istrinya

    Sang ayah berharap sang mantan akan merasa iba melihat kondisi putranya.

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Seorang ayah berinisial D di Bandung bertekad melecehkan putranya yang berusia 3 tahun. D sengaja menganiaya dia agar bisa kembali bersama mantan istrinya beberapa waktu lalu.

    Akibat perbuatannya tersebut, D dilaporkan oleh mantan istrinya sehingga harus mendekam di penjara. Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, mengaku telah menerima laporan dari seorang ibu bahwa anaknya telah diambil oleh mantan suaminya selama 17 hari. Berdasarkan keterangannya, anak tersebut dibawa oleh ayahnya untuk jalan-jalan, namun sang ibu khawatir.

    “Ceritanya ibu dan suami korban bercerai. Akibat perkawinan mereka, seorang anak laki-laki diambil oleh pelaku. Saat dibawa jalan-jalan, anak tersebut disiksa oleh orangtuanya,” ujarnya, Jumat (9/9). / 4).

    Dia mengatakan pelaku menyiksa putranya dan kemudian memberi tahu mantan istrinya melalui rekaman video dan berharap dia akan kembali bersama untuk membangun keluarga. Usai kejadian, pihaknya berhasil mengamankan pelaku sementara korban diserahkan kepada keluarganya dan diberikan pendampingan.

    “(Motifnya) menyekolahkan anak, mantan istrinya akan dikembalikan ke pelaku, berdasarkan laporan kami lakukan penyidikan dan alhamdulillah unit PPA berhasil mengamankan pelaku,” ujarnya.

    Ia mengatakan, pelaku menyiksa anaknya dengan cara diinjak dan dipukuli hingga menangis. Pelaku berharap mantan istrinya bisa kembali bersama.

    “Dia melakukan (penyiksaan) di luar rumah, di dekat rel kereta api di kawasan terlarang untuk diseberangi. Pelaku sudah sering melakukan penganiayaan karena ibunya sering mengalami kekerasan fisik,” ujarnya.

    Adanan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan mayat balita yang mengalami penganiayaan ditemukan jejak kekerasan fisik. Sementara itu, kondisi psikologis korban terus dipantau dan didampingi oleh tim psikologi dari Polda Jabar dan Dinas Sosial Kota Bandung.

    Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 80 junto 76C UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. Selain itu, jika pelaku kekerasan adalah orang tua, hukumannya akan dinaikkan sepertiganya.

    Tersangka D, mengaku menganiayanya karena ingin kembali kepada mantan istrinya dan berharap saat melihat anaknya dalam kondisi seperti ini, ia akan kasihan padanya. Ia pun mengaku kerap melakukan pelecehan verbal kepada mantan istrinya.




    Source