Bagaimana Alquran Mempengaruhi Pembacanya

    Alquran dapat berdampak pada pembacanya

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setiap Muslim tentunya harus meyakini pikiran dan hatinya akan pentingnya Alquran sebagai pembimbing, pendidik, serta pembimbing dan perdamaian dalam segala hal kehidupan.

    وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِِِ (Surah An Nahl: 89)

    Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan isi ayat suci Alquran sudah cukup untuk membimbing manusia menuju kebaikan di dunia dan akhirat.

    Adapun bagaimana Alquran mempengaruhi jiwa orang beriman, Allah SWT telah menunjukkan hal ini seperti yang Dia katakan pada ayat berikut:

    الله نزل أحسن الحديث كتابا متشابها مثاني تقشعر منه جلود الذين يخشون ربهم ثم تلين جلودهم وقلوبهم إلى ذكر الله ذلك هدى الله يهدي به من يشاء ومن يضلل الله فما له من هاد

    “Allah telah menurunkan kata-kata terbaik (yaitu) Alquran yang sama (ayat-ayatnya) berulang-ulang, gemetar karena kulit orang yang takut akan Tuhannya, kemudian menenangkan kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah. , dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia inginkan. Dan siapa pun yang diizinkan tersesat oleh Allah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk. ”(QS Az Zumar: 23)

    Diriwayatkan dari Ibnu Rajab, dalam “Jami ‘al-Ulum wa al-Hikam”, bahwa Allah SWT bersabda, “… Barangsiapa takut kepada Allah SWT maka Dia akan memberikan jalan keluar untuknya.” (Surat Ath Thalaq: 2)

    Nabi Muhammad SAW pernah membacakan ayat ini kepada Abu Dzar. Dia SAW lalu berkata:

    لو أن الناس كُلَّهم أخذُوا بها لَكَفَتْهم “Jika semua orang mengerti ayat itu, itu sudah cukup bagi mereka.”

    Ibn Rajab menjelaskan, yang dia maksud adalah, jika orang berhati-hati dan menaruh kepercayaan padanya, maka itu sudah cukup untuk menyelamatkan agama dan dunia mereka.

    Al Qurtubi menjelaskan, dalam sejarah Asma binti Abu Bakar Ash-Siddiq, Dia mengatakan bahwa ketika Alquran dibacakan kepada para sahabat Nabi SAW sebagaimana Allah SWT memanggil mereka, mata mereka berlinang air mata dan kulit mereka menggigil.

    Selain itu, Abu Hamid Al Ghazali juga menjelaskan bahwa Umar bin Khattab jatuh dan pingsan selama beberapa hari saat mendengar Alquran. Ini bahkan lumrah dengan Umar.

    Suatu ketika Umar bin Khattab membaca Surat At Takwir ayat 1 sampai 10. Kemudian Umar jatuh pingsan. Selain itu Umar juga sempat sakit sekitar sebulan. Ini terjadi ketika Umar melewati rumah seorang pemuda. Pemuda ini sedang berdoa dan membaca Surah At-Thuur.

    Kemudian Umar berdiri, mendengarkan pelafalan ayat tersebut, dan ketika sampai pada ayat 7-8, ia turun dari keledainya, bersandar ke dinding, diam beberapa saat, lalu kembali ke rumah. Saat itulah dia sakit selama sebulan.

    Sumber: alakah




    Source