Bahaya “Double Mutant” Gelombang Kedua Covid-19 India

    Varian Covid-19 baru India diklaim lebih menular

    REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI— Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa gelombang kedua pandemi Covid-19 di India saat ini didorong oleh varian baru yang lebih menular. Ada yang varian asing dan ada pula varian dari India yang sudah bermutasi dan menyebar.

    “Saya yakin kami telah menemukan mutasi yang lebih kuat, banyak pasien yang menunjukkan hasil negatif untuk virus tersebut tetapi secara klinis positif Covid-19, kotak pandora dalam bencana ini sudah terbuka sekarang,” kata Direktur Medis RS Dharamveer Solanki, Dr Pankaj Solanki, seperti diberitakan. . Telegrap.

    Dr Solanki mengatakan kondisi pasien di India saat ini memburuk dengan cepat. Lebih banyak pasien sekarang mengalami badai sitokin. Selain itu, gejala yang dialami pasien yang lebih muda juga menjadi lebih sulit untuk ditangani.

    Sisi barat negara bagian Maharashtra adalah wilayah yang mengalami gelombang pandemi Covid-19 terburuk kedua di India. Sekitar 61 persen kasus yang ditemukan pada Januari-Maret di daerah itu disebabkan strain B.1.617 atau dikenal sebagai mutan ganda. Varian ini juga menjadi penyebab lebih dari 70 kasus Covid-19 di Inggris.

    Varian B.1.617 membawa dua mutasi khusus yang menjadi perhatian, yaitu E484Q dan L452R. Ahli virologi percaya bahwa kedua mutasi lebih menular dan dapat menyebabkan infeksi ulang. Mutasi serupa juga menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Brasil dan banyak bagian Amerika Selatan dalam beberapa bulan terakhir.

    Seperti di banyak negara lain, ahli virologi Dr Shahid Jameel mengutip kapasitas India untuk mengurutkan strain saat ini terbatas. Pakar lain, Dr Ramanan Laxminarayan, menambahkan bahwa India belum menemukan hubungan antara rangkaian yang ada dan epidemiologi Covid-19.

    “Tanpa koneksi itu, kami tidak bisa mengatakan varian mana yang paling mengkhawatirkan di ranah India,” jelas Dr Laxminarayan.

    Memicu kelelahan Lockdow di India juga berkontribusi pada krisis saat ini. Pemerintah India mewaspadai setiap wacana adopsi ulang kuncitara Mengingat sebelumnya penerapan lockdown selama dua bulan telah mendorong sekitar 400 juta orang India lebih jauh ke dalam kemiskinan.

    Akibatnya, Maharashtra menjadi negara bagian pertama di India yang menerapkan jam malam yang ketat. Keputusan ini diambil karena pihak berwenang setempat tidak punya pilihan lain mengingat infrastruktur kesehatan di sana sudah penuh sesak dengan pasien.

    “Gelombang ini sangat menular dan sangat berbahaya, negara bagian Peru mendorong penggunaan masker, meningkatkan kapasitas layanan kesehatan dan adopsi vaksin yang cepat,” jelas politisi senior Milind Deora.

    Sumber: telegraf




    Source