BANGUN RSUD SUMBAWA BUTUH DANA 250 MILIAR

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemda Sumbawa merencanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang baru dengan rencana lokasi memanfaatkan areal lahan dikawasan BBI Sering Kecamatan Unter Iwes, sejauh ini diperkirakan akan membutuhkan dan menyerap anggaran biaya yang cukup besar mencapai sekitar Rp 250 Miliar, karena itu berbagai upaya dan usaha lobby ke Pusat terus dilakukan oleh Pemda Sumbawa, hal tersebut terungkap dalam kegiatan bincang-bincang pembangunan antara Pemda Sumbawa dengan seluruh jajaran Pers didaerah ini yang sengaja dikemas dan diinisiasi oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa M Lutfi Makki dalam suasana santai di pantai Baru Labuan Sumbawa Senin (08/01) kemarin.
Sebagaimana dikemukakan Kepala Bappeda Sumbawa Ir Iskandar M.Ec dalam keterangan Persnya menyatakan bahwa rencana pembangunan RSUD Sumbawa ditempat yang baru bukan relokasi sebab seluruh peralatan alkes dan sejumlah peralatan lainnya tidak dipindah dari RSUD yang lama, mengingat kalau semua peralatan dibongkar dan dipindahkan sementara pasien membutuhkan tentu ini sangat riskan, sehingga istilahnya bukan relokasi tetapi Pemda akan membangun RSUD yang baru dilokasi baru dengan pilihan utama lokasi diareal lahan BBI Sering Kecamatan Unter Iwes, dimana akhir tahun 2017 telah dituntaskan pembahasan masterplantnya bersama tim konsultan, dan untuk tahun 2018 dilakukan pembuatan DED sambil mencari sumber dana yang datang dari Pusat dengan melakukan lobby khusus, bahkan tim Pusat juga berencana akan turun ke Sumbawa untuk melihat sejauhmana kesiapan dari rencana pembangunan RSUD Sumbawa dimaksud.
Namun dengan lahirnya Perpres No 30 Tahun 2017 tentang sistem penganggaran pusat bersifat On-line terang Iskandar, dengan jadual DAK Pusat untuk input data usulan pembangunan daerah Kabupaten tahun 2018 dengan masa waktu input 3 hari dan 5 hari verifikasi tim didalamnya terdapat empat pilar yakni Bappeda, Bagian Pembangunan, DPKAD dan Inspektorat, dimana ditengah kesibukan dan tenggat waktu terbatas seminggu itu pihaknya juga mengalami kendala leletnya jaringan internet, karena itu jauh-jauh sebelumnya telah disiapkan perencanaan yang matang, dengan pelibatan sejumlah staf ahli itu penting (urgen) dalam sebuah tim untuk melobbi ataupun menjemput yang namanya dana pusat dimaksud pada sejumlah kementerian, termasuk menggunakan jalur politik untuk menggolkan sejumlah usulan proposal yang diajukan ke Pemerintah Pusat, ujarnya.
Sementara itu Kepala BPKAD Sumbawa Drs H Baharuddin M.Si menyatakan kalau Pemda Sumbawa dalam mewujudkan rencana pembangunan RSUD Sumbawa kedepan dilokasi yang baru tersebut, berbagai upaya dan usaha mencari peluang sumber dana bagi pembangunannya yang dibutuhkan sekitar Rp 250 Miliar terus dilakukan dengan menempuh dan menawarkan sejumlah opsi bagi pembiayaannya seperti melakukan lobby khusus dengan pihak SMI yang berada dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk dapat membantu pembiayaan bagi pembangunan RSUD Sumbawa yang baru, dengan catatan Pemda siap mengalokasikan pembayarannya secara bertahap lewat dana APBD, tukasnya.