Bangunan Rusak Akibat Gempa di Trenggalek Terus Meningkat

    Bangunan rusak tersebar di 27 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

    REPUBLIKA.CO.ID, TRENGGALEK, JATIM – Banyaknya rumah warga dan fasilitas umum di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,1 dengan episentrum 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/4). terus meningkat. Data terakhir yang dirilis BPBD dan Tagana Kabupaten Trenggalek pada Minggu pagi menyebutkan 63 bangunan rusak berat, sedang dan ringan.

    Bangunan yang rusak tersebar di 27 desa di 11 kecamatan. Tidak ada laporan adanya korban jiwa, namun kerugiannya ditaksir mencapai milyaran rupiah.

    “Kemungkinan data kerusakan akan terus bertambah karena hingga saat ini pendataan di lapangan masih terus dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Joko Irianto saat melakukan inspeksi lapangan proses pembersihan material rumah dan masyarakat. fasilitas yang rusak akibat gempa.

    Dari jumlah sementara yang dikonfirmasi, sebagian besar kasus kerusakan terjadi di Kabupaten Durenan. Di kawasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung ini, 40 bangunan rusak. Antara lain gedung perkantoran Kecamatan Durenan, Kantor Desa Karangaom, gedung mushola di Desa Kendalrejo, gedung Pondok Pesantren Babul Ulum di Desa Durenan dan SMK Islam Durenan.

    BPBD bersama tim reaksi cepat dan relawan gabungan termasuk unsur TNI / Polri saat ini terus melakukan investigasi dampak gempa lainnya, termasuk mengorganisir gotong royong untuk kerusakan skala kecil atau pembersihan material bangunan yang roboh dan penyelamatan harta benda milik korban yang belum telah dievakuasi sejak gempa meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.

    “Jadi, pertama (apa yang dilakukan) kita harus mencari dan melengkapi datanya dulu dengan melihat langsung kondisi di lapangan. Kemudian kita usulkan dan koordinasi dengan provinsi dan pusat (pemerintah),” kata Sekretaris Joko Irianto.

    Langkah ini, lanjutnya, sesuai dengan hasil rapat koordinasi pada Sabtu (10/4) malam dengan Gubernur Jawa Timur yang memerintahkan seluruh sekretaris daerah selaku kepala BPBD untuk mengkoordinasikan segala akibat bencana dan melaporkannya. .

    sumber: Antara




    Source