Bank Dunia Setuju dengan Kerangka Kerja Kemitraan Baru Indonesia

    CPF baru fokus pada 4 bidang kerja sama, termasuk penguatan daya saing.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui Partnership Framework (CPF) dengan Indonesia periode 2021-2025. Tujuan dari kerangka baru tersebut adalah untuk meningkatkan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

    Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengatakan melalui kerangka kerja ini, Grup Bank Dunia akan melanjutkan kemitraannya dengan Indonesia dengan mendukung upaya pemulihan dari dampak pandemi.

    “Sambil semakin mendekati tujuan mencapai pertumbuhan inklusif, membangun kelas menengah yang tangguh dan bergabung dengan negara-negara berpenghasilan tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip, Jumat (14/5).

    Menurut dia, CPF baru disiapkan dengan bayang-bayang wabah Covid-19 masih berlangsung. Pandemi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan dampak ekonomi yang serius bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Selain itu, CPF dirancang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

    Lebih lanjut, CPF baru fokus pada empat bidang kerja sama. Adapun rinciannya, memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi, meningkatkan infrastruktur, dan mengembangkan sumber daya manusia. Kemudian, mendukung pengelolaan aset alam, mata pencaharian berbasis sumber daya alam dan ketahanan terhadap bencana.

    Sementara itu, Wakil Presiden IFC, Asia dan Pasifik Alfonso Garcia Mora menambahkan, akibat pandemi Covid-19, pemerintah mengalihkan fokus untuk memperkuat kebijakan dan kelembagaan, terutama di bidang kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan, dan digitalisasi. Dalam aspek digital, CPF bertujuan untuk meningkatkan tingkat efisiensi dan inklusi, dengan meningkatkan berbagai layanan dan mengatasi kesenjangan digital.

    “Sektor swasta memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi. Kepemimpinan International Finance Corporation (IFC) dalam mengembangkan peluang yang berkelanjutan dan inklusif, serta memobilisasi lebih banyak investasi swasta, akan sangat penting untuk upaya pemulihan,” katanya.

    Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan bahwa dengan memanfaatkan pembelajaran dari berbagai program pemerintah dan mengadaptasi strategi untuk memperkuat tanggapan terhadap ketidakpastian, CPF didasarkan pada kerangka kerja menyeluruh untuk periode lima tahun. Dalam hal ini, ini melibatkan berbagai pendekatan yang akan diterapkan selama tiga tahun pertama periode kerangka kerja.

    “Selama tahun ini dan tahun depan, Bank Dunia akan memastikan pemulihan berkelanjutan dari pandemi, termasuk mendukung reformasi ekonomi yang diperlukan, meningkatkan pendapatan dan merevitalisasi berbagai upaya di bidang perubahan iklim,” ujarnya.




    Source