‘Bantu’ Hadapi Litigasi di KPK, Jaksa Palsu Ditangkap

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jaksa palsu asal Semarang bernama Rully membantu para pihak berperkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Atas tindakannya tersebut, Rully ditangkap tim khusus Kejaksaan Agung Bidang Intelijen (Jamintel) di sebuah hotel di Semarang, Selasa (24/8/2021).

    “KPK mengapresiasi tim Jamintel Kejaksaan Agung yang bergerak cepat dan berhasil mengamankan para pelaku,” kata Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

    KPK mengingatkan pihak-pihak yang berperkara di KPK untuk mewaspadai berbagai bentuk dan modus penipuan yang mengatasnamakan KPK dan aparat penegak hukum (APH) lainnya.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga meminta pihak-pihak yang berperkara di KPK untuk mengikuti proses hukum sesuai prinsip dan prosedur.

    “Jangan coba-coba bergosip atau mencoba melakukan hal-hal yang melawan dan melawan hukum,” kata Ali.

    Ali mengatakan KPK berkomitmen menjalankan tugasnya memberantas korupsi secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan.

    “Kami tidak lelah mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

    Baca juga: Kejaksaan Langsung Eksekusi Putusan Mahkamah Agung Terhadap Enam Terpidana Kasus Korupsi Jiwasraya

    “Jika mengalami atau menjumpai kejadian seperti ini, segera laporkan ke KPK melalui call center 198 atau ke aparat penegak hukum setempat,” tambah Ali.

    Sebelumnya, Direktur Ideologi, Politik, Hukum, dan Keamanan Jamintel, Kejagung, Johny Manurung yang memimpin operasi penangkapan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Rully mengaku uang tersebut merupakan pemberian dari Heri Sukamto (HS). , Direktur PT Duta Mas Indah (DMI) cabang DI Yogyakarta yang tersangkut kasus korupsi. pembangunan Stadion Mandala Krida dalam APBD 2016-2017, dimana kasus tersebut saat ini sedang ditangani KPK.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/26/bantu-urus-pihak-berperkara-di-kpk-jaksa-gadungan-diciduk