Bea Cukai Soekarno-Hatta Keluarkan Izin Impor Uji PCR

    Izin impor PCR merupakan bagian dari upaya Bea Cukai untuk mempercepat penelusuran

    REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Dalam rangka mendukung pemerintah dalam menghentikan penyebaran Covid-19 melalui program pengujian, penelusuran, dan pengobatan, Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menerbitkan izin impor dan fasilitas fiskal untuk impor Alat Uji PCR dan Reagen Laboratorium yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Bandara Internasional Hatta. .

    Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Finari Manan, telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan (SKMK) tentang Fasilitas Fiskal barang impor untuk penanganan Covid-19 yang telah mendapat surat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (BNPB). “Kami juga memberikan izin layanan rush handling untuk barang-barang yang membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.

    Seperti yang terjadi pada Jumat (9/7) lalu, sebanyak 1.000 unit PCR Test Kit untuk uji kualitatif Covid-19 asal Korea Selatan diberikan fasilitas fiskal dan fasilitas rush handling. Selain itu, pada Rabu (14/07), sebanyak 80.000 set reagen pendeteksi Covid-19 juga diberikan izin fasilitas fiskal, meskipun mekanisme impornya melalui pemberitahuan impor umum (PIB) dan tidak menggunakan fasilitas penanganan terburu-buru.

    Finari Manan mengatakan, mengenai pelayanan rush handling atau penanganan segera, perlu diketahui bahwa menurut Peraturan Menteri Keuangan nomor 148/PMK.04/2007, pelayanan kepabeanan diberikan untuk barang impor tertentu yang karena sifatnya memerlukan pelayanan segera dikeluarkan dari daerah pabean atau bandar udara. , seperti PCR Test Kit dan Detection Reagent yang sangat dibutuhkan di masa pandemi ini.

    Penerbitan SKMK terkait izin fasilitas fiskal, kata Finari, merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.04/2021 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai dan Perpajakan Atas Barang Impor Dalam Keperluan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). .

    “Impor PCR Test Kit ini merupakan salah satu dari 26 jenis barang yang dapat diberikan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk dan/atau cukai, tidak dikenakan PPN, dan dibebaskan dari pemungutan PPh Pasal 22 Impor,” terangnya. Finari.

    “Bea dan Cukai Soekarno-Hatta akan terus berpartisipasi mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, melalui berbagai fasilitas dan pelayanan prima,” pungkasnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qwp832349/bea-cukai-soekarnohatta-terbitkan-izin-impor-pcr-test