Bea Cukai Tanjung Perak Hancurkan Dua Kontainer Kulit Sapi

    Kepabeanan menangkap atau menahan barang memiliki standar proses yang tidak singkat.

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Bea dan Cukai Tanjung Perak memusnahkan barang-barang yang dinyatakan tidak terkendali (BTD) dan barang milik negara (BMN) pada 7-8 September 2021. Pemusnahan dilakukan di lahan terbuka seluas 0,9 hektare di Mojokerto. Kabupaten dihadiri oleh instansi terkait dan juga PT Sinergi Jelma Anugerah.

    Sebagian besar BTD dan BMN yang dimusnahkan merupakan barang terlarang dan terlarang (lartas) yang disita oleh petugas Bea dan Cukai Tanjung Perak yang izinnya tidak dapat dipenuhi sesuai ketentuan instansi terkait.

    “Barang yang ditangkap atau dibekukan memiliki proses standar yang tidak singkat. Karena barang tersebut dicegat oleh Bea Cukai, maka barang tersebut akan menjalani beberapa tahapan yang terdiri dari tahap pemeriksaan, tahap penetapan status, dan tahap penyelesaian. Penyelesaian yang dilakukan tergantung kondisi. Barangnya bisa dilelang, dihibahkan, dan kalau sudah busuk atau tidak tahan lama akan langsung dimusnahkan,” kata Kepala Bea Cukai Tanjung Perak Sodikin, Jumat (10/9).

    Barang yang dimusnahkan terdiri dari dua kontainer berisi 37 bola kulit sapi, bawang merah 29.145 kilogram (kg), 1.920 tisu buah, 36 bungkus cairan dalam jerigen, elektronik, dan sebagainya.

    “Kegiatan pemusnahan ini sejalan dengan salah satu fungsi Bea dan Cukai untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif barang yang tidak layak masuk ke dalam daerah pabean Indonesia dan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih proaktif mengetahui ketentuan yang harus dipenuhi pada saat melakukan kegiatan pemasukan suatu barang (impor) ke Indonesia,” pungkasnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qz7osr423/bea-cukai-tanjung-perak-musnahkan-dua-kontainer-kulit-ternak