Beda Nasib Pinangki dan Djoko Tjandra dengan Inspektur Jenderal Napoleon, hukuman bagi Jenderal tidak berubah

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi yang menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte.

    Artinya hukuman sang jenderal tidak berubah. Hal ini berbeda dengan 2 terpidana yang masih satu geng, yakni Djoko Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari yang hukumannya disunat.

    Dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang dilansir situs MA, Rabu (28/7/2021) disebutkan, “Untuk menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang banding diminta oleh Terdakwa dipotong seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan”.

    Sidang banding kasus Inspektur Jenderal Napoleon itu dipimpin oleh ketua majelis, Muhamad Yusuf, dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Rusdi dan Renny Halida Ilham Malik.

    Baca juga: Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki Dipotong, Ini Jawaban Ketua KPK Firli Bahuri

    Menurut majelis, dakwaan terhadap terdakwa Inspektur Jenderal Napoleon telah memenuhi unsur formil dan material, sehingga dalil penasihat hukum bahwa dakwaan tersebut cacat hukum tidak benar.

    Hukuman Djoko Tjandra Disunat

    Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengurangi hukuman Djoko Tjandra dari 4 tahun 6 bulan menjadi 3 tahun 6 bulan penjara.

    Dengan kata lain, hukuman Djoko Tjandra dikurangi satu tahun penjara.

    Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta juga mengabulkan kasasi yang diajukan mantan jaksa Pinangki, Sirna Malasari.

    Putusan banding tersebut membuat hukuman bagi terpidana kasus terkait Djoko Tjandra jauh lebih ringan dibandingkan putusan hakim di tingkat pertama.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/29/beda-nasib-pinangki-dan-djoko-tjandra-dengan-irjen-napoleon-hukuman-untuk-sang-jenderal-tak-berubah