Begini Kronologis Penangkapan DPO Samin Tan: KPK Merokok di Kafe MH Thamrin

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masa buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Samin Tan berakhir pada Senin (5/4/2021).

    Bos PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) merupakan People Wanted List (DPO) dalam perkembangan kasus dugaan suap terkait perjanjian kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1.

    Pada Senin siang sekitar pukul 15.30, tim penyidik ​​KPK menangkap Samin Tan di sebuah kafe di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

    Awalnya, Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan tim penyidik ​​mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan Samin Tan.

    “Kemudian tim bergerak dan memantau keberadaan tersangka yang berada di kafe yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dan langsung ditangkap,” kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/4/2021). ).

    Karyoto mengatakan, Samin Tan kemudian dibawa ke gedung dua warna Badan Antirasuah untuk diselidiki lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan.

    Samin Tan menjabat sebagai DPO KPK sejak April 2020.

    “Dengan ditetapkannya tersangka SMT (Samin Tan) sebagai DPO, tim penyidik ​​KPK dengan bantuan Polri terus berkoordinasi dan aktif mencari DPO, antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat di sekitar wilayah Jakarta. , “kata Karyoto.

    Baca juga: Ditahan KPK, Crazy Rich Samin Tan bungkam usai diborgol

    Kini, pria yang mendapat julukan ‘Crazy Rich’ karena masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah ekonomi AS, Forbes 2011 dengan kekayaan 940 juta dolar atau peringkat 28 itu sudah mendekam di KPK. penjara.

    Samin Tan harus tinggal di Rutan KPK di Gedung Merah Putih selama 20 hari pertama, mulai 6 April 2021 hingga 25 April 2021.

    Namun, sebelum menjadi warga Rutan Merah Putih, Samin Tan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Cabang Kavling C1.




    Source