BENAHI EMPAT PASAR BAPENDA USULKAN ANGGARAN 61,9 MILIAR Pembangunan Pasar Seketeng Capai Rp 58,3 Miliar.

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemda Sumbawa dibawah kepemimpinan dwi tunggal Bupati HM Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupati Drs H Mahmud Abdullah (Husni-MO) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa dalam tahun anggaran 2018 lalu telah berhasil membangun dan membenahi sejumlah pasar tradisional dengan menyerap bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun APBD mencapai miliaran rupiah, baik itu untuk mendukung pembangunan lanjutan pasar Utan, pemetaan lahan tanah lokasi pasar induk Karang Dima Kecamatan Labuan Badas, pasar Brang Biji Sumbawa, pasar Langam Kecamatan Lopok, Pasar Plampang hingga penataan kembali pasar Brang Bara Sumbawa, maka untuk rencana program pembangunan dan pembenahan sarana prasarana pasar dalam tahun 2019 ini ada empat pasar yang dijadikan skala prioritas penanganannya, ungkap Kepala Bapenda Sumbawa melalui Sekretaris yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bapenda Sumbawa Aif Alamsyah S.STP M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Rabu (02/01) kemarin.
Sesuai tekad komitmen, visi dan misi serta program yang direncanakan Pemda Sumbawa, maka terkait dengan pembangunan dan pembenahan sejumlah pasar tradisional yang ada didaerah ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia, dengan menggunakan sistem skala prirotas dalam penanganannya, oleh karena itu sesuai dengan perencanaan dalam tahun anggaran 2019 ini terang Sekban Arif Alamsyah, Bapenda Sumbawa mengusulkan pembangunan dan pembenahan bagi empat pasar dengan jumlah total belanja sarana prasarana pasar diperkirakan mencapai sekitar Rp 61.906.000.000,00 (sekitar Rp 61,9 Miliar lebih) yang diperuntukkan bagi pembangunan pasar Seketeng Sumbawa Besar sesuai dengan hasil review perencanaan, pengawasan dan relokasi mencapai angka sekitar Rp 58,3 Miliar, dan pembenahan tiga pasar lainya baik itu pasar Alas di Kecamatan Alas, pasar Labangka Kecamatan Labangka maupun penyelesaian lantai bagi pembenahan lanjutan pasar Utan di Kecamatan Utan, dengan alokasi anggaran terserap diperkirakan mencapai Rp 3.606.000.000,00 (sekitar Rp 3,6 Miliar lebih).
Menurut Arif Alamsyah, mengingat alokasi anggaran bagi pembangunan dan pembenahan fisik keempat pasar tersebut dinilai cukup besar, maka tentu pembiayaannya diharapkan selain dapat ditunjang lewat dana bantuan APBD Sumbawa juga tentu diharapkan dari DAK Pusat, sehingga apa yang menjadi program pembangunan dalam tahun 2019 tersebut dapat direalisasikan dan diwujudkan sebagaimana yang diharapkan, dimana pembangunan, pembenahan dan penataan pasar Seketeng Sumbawa itu sangat penting dilakukan, kerena selain pasar ini juga merupakan salah satu pasar induk yang sudah lama berdiri, juga keberadaannya kini dengan jumlah pedagang yang ada dinilai sangat padat, sehingga jika ditata kedepan diharapkan kesembrawutan dapat diminimalisir dengan baik, bahkan arus lalulintas dapat dilakukan penertiban dan penataan kembali kearah yang lebih baik, karena dukungan segenap lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.
Bahkan, Pemda Sumbawa melalui Bagian Pertanahan Setda Sumbawa juga sejak dini melakukan persiapan bagi pembebasan sejumlah lahan tanah milik warga masyarakat (pedagang) yang ada didalam pasar Seketeng tersebut, dengan rencana akan dilakukan pembayaran ganti rugi dengan alokasi anggaran juga disiapkan oleh Pemda Sumbawa, dimana kegiatan sosialisasi dan musyawarah tahap pertama dengan sejumlah pemilik lahan tanah telah dilakukan, dan sekarang ini tinggal menunggu proses tahapan lanjutannya, tukas Kabag Pertanahan Setda Sumbawa Abdul Haris S.Sos kepada Gaung NTB beberapa waktu lalu.