Berkat BOP Kesetaraan PKBM Mandiri Desa Jotang, Tidak Ngutang Kiri Kanan Lagi

    Sumbawa Besar, Gaung NTB – Merasa sangat terbantu. Itulah kesan pengelola lembaga yang mendapatkan Bantuan Operasional Penyelenggaran (BOP) Kesetaraan, yang baru dikucurkan pemerintah pusat tahun 2019 ini. Salah satu lembaga yang sangat merasakan manfaatnya adalah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri Desa Jotang Kecamatan Empang, yang bergerak dalam program Paket C.

    Menurut Ketua PKBM Mandiri, Edy Sofyan, sebelum ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan, lembaganya cukup kerepotan dalam membayar insentif tutor yang selama ini dibiayai oleh lembaga. Per bulannya tutor ini mendapatkan honor sebesar Rp 250.000. Honor ini pun baru bisa dibayarkan setelah warga belajar lulus, atau pada saat pembayaran iuran oleh peserta didik. Itu pun pembayarannya kurang lancar. “Dulu sebelum kita dapat BOP Kesetaraan honor tutor biasanya dibayar per tahun, atau saat warga belajar lulus. Itu pun, honornya kita dapat dari iuran warga belajar. Tapi Alhamdulilah, sekarang sudah bisa kita bayar 6 bulan sekali,” kata Edy Sofyan.

    Bukan itu saja, sekarang lembaganya kata dia, sekarang tak perlu pusing tujuh keliling lagi harus ngutang kiri kanan untuk sekedar memenuh kebutuhan operasional.

    Sebelum ada BOP Kesetaraan, pengelola pasti dibuat pening memikirkan pengadaan sarana belajar (ATK), biaya internet, listrik, pembuatan spanduk, melaksanakan ujian semester dan honor pengelola. “Sekarang kami sudah tidak ngutang kiri kana lagi. Semua kebutuhan operasional lembaga sudah tertangani dengan BOP Kesetaraan,” tandasnya.

    Karena itulah lanjut Edy Sofyan, lembaganya bertekad akan meningkatkan kualitas pendidikan, apalagi mulai Tahun Pelajaran 2019/2020, semua wraga belajar PKBM harus menggunakan sistem Dalam Jaringan (Daring) atau belajar online. Untuk peningkatan kualitas system Daring tersebut, PKBM nya sudah memasang jaringan internet yang tentunya dibiayai lewat dana BOP Kesetaraan.

    Untuk diketahui, PKBM Mandiri Desa Jotang Kecamatan Empang ini, mendapatkan bantuan BOP Kesetaraan sebesar Rp 43 juta. Lembaga itu sendiri saat ini memiliki 100 warga belajar. Namun, yang bisa diakomodir lewat BOP Kesetaraan ini hanya 24 warga belajar saja. Itu artinya, ada sebanyak 76 warga belajar yang belum bisa tersentuh oleh BOP Kesetaraan.
    Terhadap ke 67 warga belajar ini, pengelola akan melakukan sistem subsidi. Sementara kekurangan biaya operasional, akan ditanggulangi melaui iuran pendidikan dari warga belajar.