Berkat Penelitian Tentang Mempercepat Nol Kelaparan KIR Garuda Smanika Masuk 10 Besar 2nd Youth Creation tingkat Asia Tenggara

Sumbawa Besar, Gaung NTB
SMA Negeri 1 Sumbawa dan prestasi. Dua kalimat ini sepertinya tidak bisa dilepaskan. Jika berbicara tentang hal itu, tentulah mayoritas otak masyarakat Sumbawa, bakal sepakat bahwa sekolah ini adalah gudangnya prestasi. Fakta pun tak terbantahkan. Sudah banyak prestasi yang diraih guru, kepala sekolah dan siswa di sana, baik itu tingkat kabupaten, provinsi sampai nasional.
Teranyar, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Garuda Smanika, berhasil menjadi 10 finalis terbaik karya ilmiah remaja pada lomba 2nd Youth Creation tingkat Asia Tenggara.
Untuk diketahui, lomba yang diselenggarakan oleh Seameo Refcon (perkumpulan Menteri Menteri Pendidikan se Asia Tenggara) ini, merupakan
media bagi generasi muda untuk berkontribusi pada kondisi nutrisi yang lebih baik, di lingkungan masyarakat atau sekolah melalui ide-ide inovatif dan kreatif mereka.
KIR Garuda Smanika sendiri digawangi oleh Syarifah Fatimah, NSB (putri Ahmad Salim, ST dan Erna Dewi, SPd), Nadia Syafira (putri Agus Mustamin SSos, dan Dewi Noviani, SPd) dan Lauhut Afiat Kahfi (putra H Lahmuddin dan Hj Sri Nurwahidah).
Ketiganya dalam lomba yang akan di pusatkan di Jakarta, tanggal 15—16 Oktober mendatang, menampilkan karya ilmiahnya dengan judul My Breakfast Mate (Mempercepat Nol Kelaparan), sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Ditemui Gaung NTB, Kepala SMAN 1 Sumbawa, Drs Lalu Karna, mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya ini.
Prestasi yang diraih ini, tentulah atas perjuangan dan kerja keras seluruh warga sekolah. Terutama guru-guru yang tanpa lelah, terus memberikan ilmu terbaik bagi anak didiknya.
Agar prestasi terus tumbuh di sekolahnya kata Lalu Karna, pihaknya akan terus menjalin sinergi dengan seluruh stake holder pendidikan, demi peningkatan prestasi sekolah.
Sementara itu, Pembina KIR Garuda Smanika, Ainun Asmawati, MPd, menambahkan prestasi yang diraih anak didiknya ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Terutama kepala sekolah dan orang tua wali murid, yang terus memberikan support terhadap program sekolah. “Untuk pengembangan prestasi siswa ini, kami juga menjalin kerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Sumbawa TechnoPark, UNSA, UNRAM, Bappeda dan Dewan Riset Kabupaten Sumbawa. Kami mohon do`a dan dukungan agar tim KIR Garuda Smanika, dapat memberikan hasil terbaik di lomba 2nd Youth Creation tingkat Asia Tenggara ini,” ujar peraih juara dua guru berprestasi SMA tingkat provinsi tahun 2018.
Lebih lanjut finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Guru tingkat nasional tiga tahun berturut-turut ini, menegaskan di bulan Oktober ini, tepatnya tanggal 15—20 Oktober nanti, Syarifah Fatimah NSB dan Muhammad Farid Andika (putra Ruswandi dan Nurhatika, SPd, yang tergabung dalam kelompok Eskul KIR, berhasil menjadi finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), sebuah ajang bergengsi tertinggi di bidang penelitian tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Perjuangan Syarifah dan Muhamad Farid ini, tidaklah mudah karena harus menyisihkan ratusan calon finalis yang lain. Kami juga mohon do`a dan dukungan agar mampu memberikan hasil terbaik di lomba ini,” kata Ainun Asmawati, seraya menambahkan lomba OPSI ini akan di pusatka di Semarang Jawa Tengah.