Berlinang Air Mata, Wakasek SMKN 2 Sumbawa Rindu Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Setelah membuka acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kepala sekolah SMKN 2 Sumbawa sembari berlinang air mata berharap pandemi Covid 19 segera usai.

“Kami rindu dengan siswa, Kami rindu mereka kembali belajar di sekolah seperti biasanya,” kata Khaeruddin SPd MPd kepada Gaung NTB senin (20/7).

Menurutnya, pembelajaran daring sejauh ini berjalan dengan baik, sudah dibuat grup per kelas yang akan difasilitasi oleh wali kelas masing-masing, pasca MPLS siswa kelas X akan tetap mendapatkan pembelajaran secara daring. Begitu pula dengan siswa kelas XI dan XII telah melewati masa Belajar Dari Rumah (BDR) selama 3 bulan lebih dengan sangat baik.

“Pemberian tugas maupun ujian semester kami lakukan secara daring, Alhamdulillah perkembangan siswanya baik, 100 persen naik kelas, ada 2 siswa yang tarik diri (keluar dari sekolah) dari awal mereka sudah jarang masuk, bahkan guru bimbingan konseling melakukan kunjungan rumah (home visit) tapi kata orangtuanya mereka mengundurkan diri dari sekolah” ungkapnya.

Khaeruddin mengakui siswa mulai bosan BDR, dan home visit dilakukan pada sebagian siswa yang tidak aktif belajar daring. Salah satu yang menjadi kendala BDR adalah fasilitas internet tidak bisa dijangkau oleh siswa yang banyak tinggal di desa karena tidak ada jaringan internet.

“Saat ujian semester, kami minta siswa yang tidak memiliki akses internet untuk datang ujian ke sekolah dan ada pula beberapa wali kelas yang langsung home visit antarkan soal ke rumah siswa,” ujarnya.

Sejauh ini pihak sekolah sambung Khaeruddin sudah membantu guru melalui dana BOS untuk pengisian paket internet. Akan tetapi untuk paket internet bagi siswa belum bisa dibantu oleh sekolah, karena jumlah siswa yang cukup banyak yakni 1000 lebih siswa. Hingga kepsek satu ini berharap peran dan dukungan orangtua untuk tetap memantau dan mengisikan paket internet bagi anak agar para siswa dapat melaksanakan BDR dengan baik sampai pandemi ini berlalu. (Gks)