Bhabinkamtibmas Sermong Juara III Lomba Tauziah – MTQ Tingkat Polda NTB

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Tema ceramah yang bertajuk “Antara Islam dan pancasila sebagai lambang kebhinekaan” mampu menghantar kan Bhabinkamtibmas desa Sermong mencapai prestasi.
Betapa tidak dari tema ceramah yang di suguhkan, belakangan mencuri perhatian dewan juri yang terdiri dari tim independen dari akademisi dan kementerian agama.
Sehingga tak heran jika anggota kepolisian dari Polsek Taliwang yang sehari hari bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Sermong Kecamatan Taliwang meraih Juara Tiga lomba Tauziah agama Musabqoh Tillawatil Qur’an (MTQ) tingkat Polda NTB.
Sebut saja, Bripka. Muhammad Suhardy (32) adalah lulusan Bintara Polri tahun 2004 Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Kupang, NusaTenggara Timur (NTT) itu mendapat kepercayaan masyarakat mengajar atau tenaga pengajar mengaji dan ceramah agama serta khotbah Jum’at.
Kepercayaan warga desa itulah yang justru membawa Muhammad Suhardy ditunjuk Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumbawa Barat mewakili jajarannya mengikuti lomba Tauziah dan MTQ tingkat Polda NTB.
“Warga dan tokoh agama disana yang mengajarkan saya bisa ceramah. Diminta mengajarkan anak anak mengaji serta menyampaikan khotbah Jum’at. Saya bukan ustad. Itu mungkin yang menjadi pertimbangan pimpinan mengutus saya,” kata, Bhabinkamtibmas lulusan Madrsah Aliyah Nadlatul Wathan (NW) Mataram, 2012 tersebut.
Terbilang sudah tujuh tahun Muhammad Suhardy menjadi Bhabinkamtibmas. Ia ditempatkan di Desa Sermong dan juga menangani Desa Tamekan sejak tahun 2010. Ketika itu, satu Bhabin masih menangani beberapa desa.
Setelah kebijakan Kapolri satu Bhabinkamtibmas satu desa, jadilah ia tetap ditugaskan di Desa Sermong. Pengalaman dan lama berkecimpung dengan masyarakat membuat Suhardy sangat dekat dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat disana.
“Yang paling saya suka dari kebijakan Promoter Kapolri yakni, kewajiban Bhabin memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memelihara kamtibmas tadi. Atau ada di poin ke tujuh dan delapan dari 11 Promoter Kapolri,”terangnya.
Suhardy juga beriterimakasih kepada Kapolsek Taliwang, Iptu. Budi Parangin Angin yang memberikan penekanan khusus terhadap tugas dan fungsi Bhabinkamtibmas. Ia merasakan perhatian pimpinan luar biasa terhadap tugas Bahbinkamtibmas melayani masyarakat.
“Saya bangga, dihargai dan diapresiasi Kapolsek. Saya diberikan penghargaan di apel. Di kasih, Sarung, Alqur’an dan baju kokoh. Itu penghargaan luar biasa untuk saya pak,” tuturnya.
Kapolsek Taliwang, Iptu. Budi Parangin Angin menegaskan hanya menjalankan kebijakan pimpinan polri yang kewajiban pemberian Reward and Funishman kepada anggota yang berprestasi.
“Itu bentuk kewajiban kami sebagai pimpinan. Anggota yang berprestasi dan memiliki dedikasi dalam tugas membanggakan kami juga,” demikian, Budi.
Muhammad Suhardy berhasil meraih juara tiga lomba tauziah yang selenggarakan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Bimas) Polda NTB. Lomba dilaksanakan sebagai ajang pembinaan
Tema ceramah yang bertajuk antara Islam dan pancasila sebagai lambang kebhinekaan berhasil mencuri perhatian dewan juri yang terdiri dari tim independen dari akademisi dan kementerian agama.
Muhammad Suhardy mengulas dengan mudah dan sederhana bagaimana ayat Alqur’an mengupas konsep pancasila. Ia menyebut salah satu surah Annisa ayat 135 dimana terkait erat dengan butir sila pertama dan kelima.
Hai orang orang beriman jadilah kalian penegak penegak keadilan. Dan menjadi saksi Allah. Baik terhadap diri kalian sendiri terhadap kedua orang tua atau kerabat dekat kalian sendiri.