BI: DP Nol, Kredit Properti Tingkatkan Perlahan

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit ke sektor properti pada Februari 2021

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR – Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan pelonggaran rasio loan to value / financing to value (LTV / FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen akan berdampak pada industri properti nasional. Pasalnya, konsumsi masyarakat tertahan akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan kredit properti nasional memang belum kuat, namun kondisi pemulihan tersebut dapat semakin mendorong pemulihan ekonomi.

“Alhamdulillah kredit properti sudah mulai naik. Yang punya uang kelas menengah ke atas sudah mulai beli apartemen. Karena kita bebaskan, mau beli apartemen untuk dua tolong tiga. Makanya kredit perumahan sudah mulai meningkat sekarang. , ”Ujarnya di sela-sela Lokakarya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (9/4).

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit ke sektor properti pada Februari 2021 mulai membaik, kredit KPR / KPA kembali meningkat dari 3,6 persen (yoy) pada Januari 2021 menjadi 3,8 persen (yoy) pada bulan laporan, terutama didorong oleh peningkatan pinjaman KPR tipe 22 menjadi 70.

Dari sisi pengembang properti, Direktur Utama PT Teguh Bina Karya Juanto Salim menambahkan pelaku pasar properti optimistis bisnis properti di Indonesia akan meningkat tahun ini. Hal ini sejalan dengan perbaikan penanganan pandemi dan adanya vaksinasi yang akan mendorong masyarakat untuk kembali produktif.

“Pada masa pandemi, gaya hidup masyarakat sudah banyak berubah. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, banyak orang harus tinggal dan pindah dari rumah. Namun dengan adanya vaksinasi, ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor properti, salah satunya Di antaranya apartemen kami The MAJ Residences Bekasi, ”ujarnya.

Juanto optimistis permintaan rumah akan kembali meningkat seiring membaiknya daya beli masyarakat. Menurut dia, pertumbuhan pasar properti tahun ini tidak lepas dari peran pemerintah yang terus memberikan stimulus dan insentif bagi sektor properti.

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan kebijakan bebas pajak pertambahan nilai (PPN) dengan total pajak yang ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar per unit. Namun kebijakan ini hanya berlaku untuk rumah tapak dan apartemen baru yang siap dihuni.

“Kami optimistis kebijakan yang dikeluarkan ini akan menggairahkan industri properti tanah air. Begitulah cara pemerintah mendorong masyarakat untuk berinvestasi,” kata Juanto.

Director of Leopalace21 Indonesia Danny Sedjati menyambut baik sinyal pertumbuhan sektor properti dengan segala stimulus dan insentif yang diberikan. Respon pembeli potensial, baik dari Jakarta dan sekitarnya, serta dari daerah seperti Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera melalui berbagai media online untuk proyek The MAJ Residences Bekasi, ”ujarnya.

Ke depan, dia optimistis pesatnya pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi akan menarik minat konsumen properti. “The MAJ Residences Bekasi dapat menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen yang sedang mencari hunian maupun yang ingin berinvestasi di properti yang menjadi jantung perkembangan bisnis dan ekonomi ke depan,” ujarnya.




Source