Bisakah Penyintas Kanker Ovarium Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Vaksinasi COVID-19 tahap ketiga untuk masyarakat umum akan dilaksanakan mulai Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyintas kanker ovarium bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K) dari Universitas Airlangga mengatakan, syaratnya sudah pasti tidak menjalani perawatan seperti terapi dan kemoterapi.

“Kalau masih menjalani kemoterapi, tunda dulu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan, jangan paksakan vaksinasi,” kata Pungky dalam webinar kesehatan, Sabtu (29/5).

Jika sudah dinyatakan selamat dan telah menyelesaikan pengobatan dan terapi, serta dinyatakan aman oleh dokter, penderita kanker ovarium diperbolehkan untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Vaksinasi COVID-19 tahap ketiga untuk masyarakat umum akan dilakukan mulai Juni 2021. Sebanyak 140 juta orang menjadi sasaran, di antaranya kelompok rentan menjadi prioritas. Lokasi sasaran berada di kawasan perkotaan, zona merah dan kawasan dengan penduduk miskin.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Tingkat Pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, vaksinasi gelombang ketiga dikhususkan untuk kelompok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, dan tinggal di daerah rawan penyebaran COVID-19. Wilayah DKI Jakarta.

Orang-orang yang tinggal di pemukiman padat penduduk juga menjadi bagian dari target vaksinasi untuk gelombang ini. Nantinya, Dinkes akan memberikan vaksin berkoordinasi dengan kelurahan setempat, bakti sosial (khusus bagi penyandang disabilitas), rumah sakit (untuk ODGJ).

Syarat penerima vaksin COVID-19 adalah yang telah lolos pemeriksaan kesehatan awal yaitu tekanan darah di bawah 180/110 mmHg, suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius. Pemilik penyakit penyerta atau penyerta harus memiliki surat rekomendasi dari dokter.

Vaksinasi gelombang ketiga ini merupakan salah satu langkah percepatan program vaksinasi nasional. Vaksinasi merupakan salah satu langkah untuk mencapai imunitas kawanan atau imunitas kelompok yang pada akhirnya memutus mata rantai penularan virus.

sumber: antara



https://www.republika.co.id/berita/qtwiyd368/penyintas-kanker-ovarium-boleh-dapat-vaksin-covid19