Bizshare Syariah Resmi Diluncurkan | IHRAM

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Platform crowdfunding, Bizhare resmi merilis layanan baru bernama Bizhare Syariah melalui Acara Launching Bizhare Syariah: Investasi Halal Melalui Bizhare Syariah Maju Bersama Ekonomi Syariah yang digelar Sabtu (3/7) secara virtual. Peluncuran Bizhare Syariah dihadiri oleh lebih dari 100 orang yang merupakan pelaku usaha UMKM dan investor dari berbagai daerah di Indonesia.

Co-CEO Bizhare Syariah, Gatot Adhi Wibowo yang juga menjabat sebagai Ketua Eksekutif Divisi Syariah Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), menjelaskan saat ini pangsa pasar syariah masih sebesar 9,03 persen. Jumlah yang relatif kecil ini mendorong Bizshare untuk menghadirkan ekosistem investasi syariah yang lebih terintegrasi bagi masyarakat luas.

“Bizhare Syariah bersama dengan berbagai UKM, lembaga pendidikan dan komunitas muslim di Indonesia akan membangun Ekosistem Bisnis Syariah yang menguntungkan dan bermanfaat bagi investor,” ujarnya.

Sehingga dapat memberikan kebebasan finansial syar’i kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pangsa pasar syariah secara signifikan di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Bizshare Syariah adalah sebuah platform crowdfunding ekuitas yang pertama meluncurkan bisnis syariah.

Platform tersebut sudah memiliki jaringan pendidikan, pelatihan, ekosistem UMKM industri halal, sistem manajemen pemasok, perpustakaan aplikasi digital halal. Oleh karena itu, Bizhare Syariah dapat menjadi Platform Pembiayaan yang sangat terintegrasi dan memudahkan investor untuk menginvestasikan dananya dan berkontribusi untuk memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Banyaknya pelaku UMKM di Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan modal untuk ekspansi juga akan terus menjadi tumpuan Bizhare untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia. Gatot mengungkapkan, sekitar 50 persen dari 65 juta UMKM di Indonesia kekurangan modal ekspansi.

Sementara itu, data yang dirilis Global Islamic Economy Getaway pada 2019/2020 menunjukkan sektor halal dan pasar syariah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data tersebut, Bizshare Syariah melihat potensi bisnis UMKM syariah untuk maju.

Setelah membuka berbagai penawaran bisnis konvensional melalui Bizhare, kedepannya Bizhare Syariah akan menghadirkan lebih banyak lagi penawaran saham bisnis berbasis syariah untuk mendukung kemajuan ekonomi syariah bersama masyarakat. Saat ini, Bizhare Syariah telah membuka dua penawaran saham Bisnis Syariah, yaitu Tihama Klinik Hemodialisa untuk kategori bisnis kesehatan yang berlokasi di RS Permata Cirebon, dan juga SALSA untuk kategori bisnis grosir dan retail yang berlokasi di Banyumas.

Kehadiran Bizhare Syariah juga telah diakui oleh Dewan Pengawas Syariah yang membawahi Bizhare Syariah. Anggota Dewan Pengawas Syariah, Awang Muda Satria mengungkapkan, untuk mewujudkan investasi halal bagi masyarakat dan memajukan ekonomi syariah, Bizhare Syariah harus mampu menjadikan investasi halal sebagai nilai tambah dari investasi konvensional.

“Tidak hanya dari segi kehalalan dari segi hukum, tetapi juga //menambah nilai// dari segi manfaat bagi kedua belah pihak yang bertransaksi,” ujarnya.

Ia juga berharap Bizhare aktif mengedukasi masyarakat tentang pemahaman ekonomi syariah secara umum, dan investasi halal. Secara khusus, agar masyarakat yang berperan sebagai pelaku ekonomi tidak segan-segan untuk turut serta membangun ekonomi syariah secara bersama-sama.

Bizshare Syariah menargetkan pada tahun 2025 lebih dari 2.000 saham bisnis syariah dapat dibuka untuk umum. Awang berharap Bizhare Syariah melalui layanan crowdfunding berbasis syariah mampu memberikan manfaat duniawi dan ukhrowi, baik bagi investor maupun pelaku usaha.

“Dengan maraknya Bizhare Syariah yang mempertemukan investor dan pelaku usaha dengan prinsip syariah, kami berharap ekonomi syariah akan bergerak dan Bizhare syariah menjadi salah satu motor penggeraknya,” tutup Awang.



https://www.ihram.co.id/berita/qvozq8430/bizhare-syariah-resmi-diluncurkan