BKKBN: Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Kehamilan

Tingkat konsumsi susu secara nasional di Indonesia dikatakan masih rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menilai perlu adanya pemahaman masyarakat tentang pencegahan anak stunting. pengerdilan dimulai lebih awal sebelum kehamilan. Hasto mengatakan tiga bulan merupakan waktu yang tepat bagi pasangan yang sudah menikah atau sudah menikah untuk mempersiapkan program kehamilan.

Sebab, tiga bulan adalah waktu yang cukup bagi suami istri untuk mempersiapkan bayi yang sehat agar terbebas dari stunting. Hasto mengatakan, makanan yang dikonsumsi suami selama 75 hari sebelum merencanakan kehamilan, sangat menentukan kualitas calon bayi. Begitu juga bagi calon ibu, perlu mempersiapkan minimal tiga bulan konsumsi makanan sehat dan bergizi sebelum hamil.

Pasalnya, data angka anemia ibu hamil cukup tinggi, sekitar 40 persen. “Makanya persiapan yang dilakukan BKKBN itu tiga bulan sebelum nikah harus cek HB nya berapa yang dilaporkan, kalau kurang ya harus minum obat penambah darah. Kalau soal persiapan stunting. , itu dari sebelum hamil, baik suami atau istri,” kata Hasto di Jakarta, Sabtu (5/6).

Hasto mengatakan, di tengah target pemerintah untuk menurunkan prevalensi pengerdilan menjadi 14 persen pada tahun 2024, banyak upaya yang dapat dilakukan. BKKBN ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Pelaksana Program Percepatan Pengurangan Stunting di Indonesia menilai perlunya kampanye pencegahan pengerdilan sebelum hamil sampai umur seribu hari setelah hamil.

Salah satu yang terpenting adalah konsumsi susu bagi ibu hamil dan dalam tumbuh kembang anak. Momentum Hari Susu Sedunia pada 1 Juni perlu digalakkan kembali kepada masyarakat agar lebih banyak mengkonsumsi susu sebagai asupan gizi seimbang.

Hasto mengatakan, konsumsi susu ibu hamil penting untuk memberikan asupan zat gizi mikro. Baik itu zat besi, vitamin, DHA, omega tiga dan asam folat. “Ibu hamil juga perlu minum susu yang mengandung ibu hamil mikronutrien Iya, mengandung Fe, ada vitamin, lalu susu juga penting mengandung DHA, omega tiga, dibutuhkan untuk pertumbuhan otak janin dan asam folat juga penting untuk kesehatan bayi saat hamil,” ujar Hasto.

Selain itu, asupan susu bagi ibu hamil juga penting untuk membentuk plasenta yang baik. Sebab, kata Hasto, tak sedikit ibu hamil yang mengalami kekurangan vitamin D yang berdampak pada pembentukan plasenta. Setelah bayi lahir, konsumsi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif juga penting untuk asupan gizi bayi. Karena itu, selama enam bulan bayi harus disusui secara eksklusif.

“Hal-hal seperti itu harus mendapat perhatian serius, kebetulan susu mengandung hal-hal seperti itu, susu bisa mengoreksi jika mikronutrien-itu kurang, susu bisa sempurna, itu kelebihan susu,” kata Hasto.

Meski penting, konsumsi susu di Indonesia masih rendah, salah satunya karena faktor ekonomi. Hasto mengatakan, nutrisi yang didapat dari susu juga didapat dari makanan bergizi lainnya yang masih terjangkau masyarakat, yakni ikan.

“Tapi ingat untuk orang yang tidak bisa minum susu, bisa diganti misalnya dengan makan makanan bergizi lainnya seperti ikan. Ikan kita banyak, jangan makan mie atau mie instan. Itu sebabnya pola pikir itu yang perlu diubah,” katanya.

Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Saptawati Bardosono, menyarankan agar pemerintah memberikan subsidi untuk penyediaan susu berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap susu berkualitas masih tergolong rendah. Saptawati mengatakan, saat ini harga susu berkualitas baik masih cukup mahal.

“Karena harga susu kualitas bagus masih cukup mahal, sehingga perlu subsidi pemerintah,” kata Prof Saptawati.

Ia menilai tingkat konsumsi susu dapat mempengaruhi kualitas gizi suatu generasi. Karena susu memiliki kandungan gizi yang lengkap. Baik unsur hara makro maupun mikro, serta pra dan probiotik. Saptawati mengatakan, susu bisa dijadikan sebagai asupan nutrisi tambahan yang belum terpenuhi dari makanan utama.

Prof Saptawati mengaku susu memang merupakan asupan tambahan, namun manfaatnya sangat baik untuk kesehatan. Tidak hanya sebagai vitamin untuk tulang, tetapi juga pencernaan dan kardiovaskular. Ia menyarankan adanya gerakan atau kampanye minum susu kepada masyarakat.

“Selain kampanye, harus ada ketersediaan produk susu yang terjangkau untuk semua. Bagusnya pemerintah memproduksi susu generik, jadi bisa murah,” kata Prof Saptawati.



https://www.republika.co.id/berita/qu9gdx436/bkkbn-pencegahan-emstuntingem-dimulai-sebelum-kehamilan