BKPM Gandeng Hipmi Fasilitasi UMKM untuk Kelas Maju

Anggota Hipmi antusias memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) terkait teknis pelaksanaan fasilitasi kemitraan penanaman modal dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot dan Sekjen Hipmi Bagas Adhadirgha di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (22/4).

Yuliot menjelaskan kesepakatan tersebut merupakan bagian dari penguatan dan pemberdayaan UMKM dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja. (UU CK). Melalui perjanjian kerjasama ini diharapkan dapat memberikan peluang yang luas bagi para pelaku usaha nasional di daerah.

Khusus bagi UMKM dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi pengelolaan usahanya. Dengan begitu bisa naik kelas dan berdaya saing global.

“Dengan momentum penandatanganan kerjasama ini, kami berharap dapat lebih meningkatkan kerjasama. Selain itu peluang yang cukup besar tidak hanya berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat kemitraan saja, tetapi kita dapat mendorong para pengusaha yang kegiatan investasinya. termasuk dalam usaha kecil untuk ditingkatkan menjadi kelas menengah, menengah ke besar. Ini ciri kami dapat memperluas kegiatan operasionalnya, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga bagaimana kita bisa menguasai pasar regional, ”kata Yuliot melalui keterangan resmi. , Jumat (23/4).

Yuliot mengatakan BKPM telah menjalin kerja sama dengan berbagai bank besar di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut bisa digunakan untuk pelaksanaan kegiatan usaha kemitraan yang membutuhkan pembiayaan.

“Dalam setiap fasilitasi kemitraan, bank akan selalu didampingi ke depan. Hal ini untuk melihat apakah ada kendala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan fasilitasi kemitraan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bagas menyampaikan apresiasi atas dukungan BKPM kepada Hipmi. Apalagi di era pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 lalu.

Menurut Bagas, saat ini seluruh anggota Hipmi dari Sabang hingga Merauke memiliki semangat yang tinggi untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Mudah-mudahan apa yang sudah kita tanda tangani hari ini menjadi tonggak sejarah buat teman-teman. Insya Allah bisa melahirkan wirausahawan baru,” tandasnya.

Salah satu ruang lingkup perjanjian kerja sama ini antara lain pengembangan pelaku UMKM melalui platform digital. Hal tersebut dilakukan dengan memfasilitasi penyusunan forum yang menghubungkan jaringan investor dan inventor untuk bertemu, kemudian bekerja sama sebagai upaya percepatan industri pengolahan sumber daya lokal Indonesia yang dinamakan Digital Technopreneur Fest (DTF).

Melalui kegiatan DTF ini diharapkan dapat membina wirausaha muda melalui perusahaan rintisan yang inovatif berbasis optimalisasi digital technopreneur muda. Bertindak sebagai agen penggerak inovasi manufaktur untuk mewujudkan investasi yang berkualitas.

Kemudian, ruang lingkup perjanjian kerja sama ini juga mencakup pertukaran data dan informasi antara Aplikasi Potensi Penanaman Modal Daerah (PIR) dan database anggota Pengusaha Muda Indonesia, serta fasilitasi kemitraan antara investor skala besar dengan UMKM yang terdaftar di BKPM. Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani Kepala BKPM dan Ketua Umum Hipmi tentang Kerja Sama di Bidang Penanaman Modal pada 10 Februari 2021.




Source