BNN KSB Lakukan Asesmen Terhadap Tersangka Narkoba

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Barat, AKBP Deny Priadi, S.Sos kepada Gaung NTB, mengatakan bahwa kegiatan Esesmen Terpadu dilaksanakan ketika tersangka yang diduga pecandu, penyalahgunaan narkoba, dalam proses penyelidikannya dilakukan esesmen (semacam konseling) untuk mengategorikan apakah tersangka tersebut termasuk pecandu narkoba, pengguna, bandar, ataukah pengedar.

Hal itu katanya, sesuai dengan ketentuannya dalam Undang–undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Bagi pecandu, penyalahguna narkoba memiliki hak untuk mendapatkan pemulihan atau perawatan, namun proses penyidikannya tetap berjalan,” katanya.

Sementara hasil asesmen akan dijadikan rekomendasi oleh Hakim Pengadilan Negeri dalam memutuskan perkaranya nanti, apakah dia pecandu narkoba ataukah pengedar.

Jika dia pecandu kata Deny Priadi, maka hasil rekomendasi dari Tim Asesmen perlu dilakukan rehabilitasi, namun bagi bandar narkoba proses hukumnya tetap berjalan. Karena itu, sambung Deny Priadi, maksud dari kegiatan asesmen terpadu yang dilakukan terhadap para tersangka narkoba ini, merupakan bagian dari proses penyidikannya.

Dikatakan terpadu katanya, karena melibatkan beberapa instansi yang terdiri dari 2 tim, yakni tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog dan tim hukum meliputi unsur BNN, kepolisian, kejaksaan, Bapas. “Asesmen ini tergantung permintaan dari penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum maupun hakim,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasat Reserse Narkoba Polres Sumbawa, Iptu Totok Suharyanto, SH, menambahkan bahwa penyidik narkoba meminta asesmen kepada BNN KSB, karena BNN Kabupaten Sumbawa belum terbentuk, hal itu sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 04 tahun 2010 tentang Penempatan Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkoba di dalam lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Merujuk kepada SE MA tersebut jelas Totok, bagi pecandu narkoba, pemakai, pengguna, perlu dilakukan asesmen. Pada asesmen yang berlangsung itu, dilakukan terhadap 7 tersangka narkoba yang tertangkap beberapa waktu yang lalu, meliputi 3 orang dengan TKP di Alas, 1 orang TKP di Utan, dan 3 orang lainnya TKP Sumbawa.

Menurutnya, dari ke-7 tersangka narkoba tersebut, 4 orang dilakukan penahanan, 3 orang dilakukan asesmen. Disampaikan pula bahwa SE MA tersebut tidak berlaku bagi para pengedar narkoba, para bandar narkoba.

Adapun hasil asesmen itu kata Totok, akan dilampirkan dalam berkas saat tersangka menjalani persidangan, sebagai masukan kepada majelis hakim untuk menentukan apakah tersangka pengguna ataupun pengedar narkoba sehingga membutuhkan rehabilitasi atau tidak.