BNN Sultra Menghancurkan 1,9 Kilogram Bukti Sabu-Sabu

Penghancuran barang bukti bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memusnahkan 1.972 kilogram barang bukti (BB) narkotika golongan satu sabu-sabu jenis. Demikian hasil pengungkapan dua tersangka di jaringan Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepala BNN Sultra Brigjen Pol Sabaruddin Ginting di Kendari, Selasa (6/4) mengatakan barang bukti diamankan dari dua tersangka. Mereka berinisial WYD (33), warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang ditangkap di depan hotel D’Blitz, Jalan Ir H Alala, Desa Watu-watu, Kecamatan Kendari Barat, Kendari, Selasa (9/9). 3) pukul 13.30 WITA.

Tersangka kedua berinisial AH (30) adalah warga Kota Kendari. Dua pekerja penjual ikan ditangkap di Kompleks Perumnas BTN, Desa Bende, Kecamatan Kadia, Kendari pada Selasa (9/3) pukul 15.30 WITA.

“Alat bukti pemusnahan hari ini merupakan yang kedua pada tahun 2021, dengan total barang bukti narkotika sabu 1.982 gram dan pemusnahan 1.972 gram. Sedangkan sisa 10 gram dibutuhkan untuk laboratorium dan uji coba,” kata Ginting.

Ia mengatakan penghancuran barang bukti bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti dan merupakan rangkaian proses investigasi. “Barang bukti sudah mendapat penetapan status dari Kejaksaan Negeri untuk dimusnahkan,” ucapnya.

Dijelaskannya, modus MENGAPA membawa sabu dari Samarinda dengan tujuan Kota Kendari. Kemudian tersangka MENGAPA menghubungi AH untuk bertemu di depan hotel D’blitz. Kemudian tersangka AH datang ke depan hotel dan menyerahkan kantong plastik berisi narkotika golongan satu sabu kepada tersangka AH, jelasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun. dan maksimal 20 tahun. tahun.

Pemusnahan barang haram tersebut menggunakan mesin insinerator di halaman belakang kantor BNNP Sulawesi Tenggara. Pemusnahan itu disaksikan pihak terkait. Seperti perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Pengadilan Tinggi Kabupaten Kendari, perwakilan Polda Sulawesi Tenggara, dan pihak terkait lainnya.

sumber: Antara




Source