BNNK SUMBAWA LAKUKAN TES URINE BAGI JAJARAN KEJAKSAAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kejaksaan Negeri Sumbawa bekerjasama dengan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Sumbawa, Kamis (16/11) kemarin bertempat di Aula Pertemuan gedung Kejari Sumbawa melaksanakan progran kegiatan rutin melakukan uji dan tes urine bagi para Jaksa, Karyawan, Staf dan keluarga besar Adhyaksa, dalam rangka mengecek apakah ada anggota (Jaksa/Pegawai) yang teribat dalam pemakaian narkoba, dan sifatnya kegiatan ini dilakukan secara mendadak kata Kajari Sumbawa Paryono SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB usai kegiatan pengambilan sample urine bagi jajaran Kejari Sumbawa kemarin.
Pengecekan dan tes urine bagi para Jaksa dan Pegawai dilingkungan Kejari Sumbawa ini dilakukan rutin setiap tahun dengan pelaksanaannya dilakukan secara mendadak terang Kajari Paryono, bekerjasama dengan pihak BNN Kabupaten Sumbawa, baik laki-laki dan perempuan tanpa terkecuali mulai dari tukang sapu hingga anggota semuanya diperiksa dan dilakukan tes urinennya dengan masuk dan tujuan utamanya untuk melihat dan mengecek apakah mereka ada yang terlibat dalam pemakaian barang haram tersebut, sehingga ada 42 orang Jaksa dan seluruh karyawan yang ada telah diambil sample urinenya oleh enam orang petugas BNNK guna diperiksa dan diteliti secara cermat dengan hasil negatif, tukasnya.
“Hal ini dilakukan semata-mata dalam upaya pembersihan kedalam aparatur itu sendiri, apalagui sebagai aparat penegak hukum jangan sampai ada yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba itu sendiri, apalagi jika melihat trend yang terjadi di wilayah hukum Sumbawa dan KSB sepanjang tahun 2017 ini cenderung ada peningkatan dalam kasus narkoba dengan rata-rata pelaku ataupun yang menjadi korbannya adalah masih berusia produktif, sehingga sangat diperlukan adanya keterlibatan semua pihak dalam turut serta melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba itu sendiri, sebab bukan semata-mata menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah semata, tetapi peran serta segenap lapisan masyarakat didaerah ini sangat dibutuhkan,” pungkas Kajari Paryono.