Bocah Cabul Di Bawah Umur, Pria Ini Ditangkap Polisi, Mengaku Penjelmaan “ Orang Pintar ” dari Majapahit

    TRIBUNNEWS.COM – Pria berinisial MA (40), asal Desa Kedalemankulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

    Ia melakukan amoralitas seksual kepada korban setelah mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah yang didapatnya dari Kerajaan Majapahit.

    Kasat Reskrim Polsek Kebumen AKP Afiditya AKBP Piter Yanottama Kebumen menuturkan, dukun berinisial MA (40) itu mengelabui para korban dengan iming-iming agar berprestasi di bidang olahraga.

    Baca juga: Pria Bengkulu Kepahiang Menjadi Tersangka Kasus 4 Pelecehan Anak Di Bawah Umur

    “Sampai saat ini baru empat korban yang melapor. Yang dilaporkan adalah anak perempuan di bawah umur,” kata Afiditya melalui keterangan resmi, Minggu (2/5/2021).

    Afiditya mengungkapkan, untuk meyakinkan para korban, tersangka mengaku titisan Mbah Bondan adalah keturunan Kerajaan Majapahit.

    “Tersangka melakukan perbuatan tidak pantas ini sejak 2017 di rumahnya,” kata Afiditya.

    Ng Ghim Hong, seorang petugas penyelundup rokok, divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar S $ 34 juta dolar Jumat (2/1/2019). (Hari Ini Online)

    Kepada para korban yang semuanya warga Kebumen, tersangka mengaku mengetahui hikmahnya. itulah mengapa para korban percaya bahwa mereka diperlakukan seperti itu.

    Namun, karena tak tahan dengan perlakuan tidak senonoh tersangka, akhirnya seorang korban memberi tahu keluarganya. Kemudian melapor ke Satreskrim Polsek Kebumen.

    “Kepada polisi, tersangka adalah titisan Mbah Bondan yang memiliki 11 istri bergelar dewi,” kata Afiditya.

    Baca juga: Kasus Penganiayaan Anak Terungkap Setelah Korban Memberitahu Kakaknya, Pelakunya adalah Sekretaris Desa

    Saat akan melakukan ritual pengobatan atau penambahan kekuatan, korban yang masih perempuan disebut sebagai dewi dan dianggap sebagai istrinya oleh tersangka.

    Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp. 5 miliar.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengaku Orang Cerdas “Keturunan Majapahit, Pria Ini Ditipu 4 Gadis, Korban Dianiaya Agar Berprestasi.




    Source