Boraks Masih Ditemukan di Jajanan Ramadhan Banjarmasin

    Dari 10 jenis pangan tersebut, dua diantaranya positif mengandung boraks.

    REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Banjarmasin menemukan zat berbahaya dalam jajanan Ramadhan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang mengandung boraks dan rodhamin b. “Dari 10 jenis makanan dan minuman yang dijadikan sampel, 1 makanan positif boraks dan 1 positif rodhamin b,” jelas petugas BBPOM di Banjarmasin, Ary Yustanti, Senin (19/4).

    Ary mengaku, pihaknya sengaja melakukan pemantauan berupa pengambilan sampel dan kemudian diujicobakan setiap bulan Ramadhan dimana banyak makanan dan minuman khas di bulan puasa. Pengujian dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya zat pangan berbahaya berupa formaldehida, boraks, metanil kuning dan rodhamin B.

    Kepada pedagang yang makanan atau minumannya ditemukan mengandung zat berbahaya tersebut, petugas BBPOM memberikan arahan terkait bahaya yang ditimbulkan bila ditambahkan boraks dan rodhamin b ke dalam makanan. Ary mengatakan, penggunaan bahan berbahaya bisa terjadi karena ketidaktahuan masyarakat. Untuk itu, BPOM senantiasa memberikan informasi kepada masyarakat tentang keamanan pangan.

    “Selain edukasi, tentunya kami juga memberikan peringatan untuk tidak mengulanginya. Karena apa yang dilakukan bisa merugikan konsumen dan berakibat fatal bagi kesehatan manusia,” kata Ary.

    Ia menuturkan, dulu boraks digunakan masyarakat untuk membuat kerupuk dan kini sudah bisa diganti dengan Sodium Tripolyphosphate (STPP). Sedangkan rhodamin B merupakan pewarna tekstil seperti warna merah mencolok yang dapat diganti dengan pewarna yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan.

    “Penggunaan pewarna yang mengandung Rhodamin B sangat dilarang karena dapat menyebabkan penyakit kanker dan penyakit lainnya,” ujarnya.

    sumber: Antara




    Source