BPBD: 20 Unit Sistem Peringatan Dini Longsor Rusak

    REPUBLIKA.CO.ID, WONOSARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan ada 20 sistem peringatan dini yang dipasang di titik-titik potensial longsor yang tidak bisa berfungsi karena rusak dan tidak ada pemeliharaan karena sudah terpasang. tidak tersedia. anggaran.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki di Gunung Kidul mengatakan, ada 30 unit early warning system (EWS) yang dipasang di lokasi-lokasi yang berpotensi longsor dan 7 + 1 EWS tsunami.

    “Dari 30 EWS longsor yang terpasang, kini hanya 10 EWS longsor yang masih berfungsi dan aktif. Kemudian dari tujuh EWS tsunami yang ada hanya satu EWS tsunami yang masih aktif,” ujarnya, Kamis (8/4).

    Ia mengatakan pengelolaan dan pengawasan sudah diserahkan kepada pemerintah desa. Namun, perbaikan dan pemeliharaan desa tidak dilakukan karena kendala anggaran atau APBDes belum dialokasikan untuk bencana.

    Apalagi tsunami EWS masih menjadi kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “BPBD Gunungkidul belum menganggarkan untuk pemeliharaan dan perbaikan EWS karena sudah diserahkan ke desa,” ujarnya.

    Untuk itu, pihaknya hanya bisa melaporkan kerusakan EWS ke pemerintah pusat dan provinsi. Harapannya, ada bantuan dana yang dikucurkan untuk perbaikan. “Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ucapnya.

    Sebagai alternatif, BPBD Gunungkidul memilih untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana baik di masyarakat maupun infrastruktur pendukung. Apalagi di kawasan pesisir pantai. Selain itu, BPBD melakukan penguatan fisik dengan memperkuat jaringan internet dan menambah fasilitas speaker. Hal ini terutama dilakukan di kawasan Pantai Kukup, Baron, dan Krakal.

    Menurutnya, pengeras suara sangat bermanfaat untuk memberikan peringatan dini kepada warga. Sementara itu, jaringan internet akan memudahkan warga mendapatkan informasi terkini tentang potensi bencana. “Kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata hingga SAR untuk penguatan ini,” kata Edy Basuki.


    Source