BPIP Ingin Titik Cerah Kasus Calon Paskibraka Gagal Latih

    BPIP konsisten melakukan pembinaan paskibraka.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Sulawesi Barat bernama Kristina gagal berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Diklat Paskibraka Nasional. Ia digantikan oleh Anggie Fricilia Tamuntuan, karena Kristina dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR.

    Terkait hal ini, seseorang yang mengaku sebagai kakak perempuan Kristina, Melchizedek Takatio juga keberatan. Dia menulis surat terbuka yang viral dan meminta keadilan kepada Presiden Jokowi.

    Peristiwa menyedihkan itu membuat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) prihatin. Hal ini dikarenakan BPIP selalu konsisten dalam mewujudkan amanat Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila kepada Generasi Muda melalui Program Paskibraka.

    “Kami prihatin dengan kondisi yang dialami adik Kristina. Kakak Kristina, seperti anak bangsa lainnya, tentu sangat berharap bisa mewakili provinsinya sebagai Paskibraka nasional dan mengabdi di Istana Negara pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan nanti. ,” kata Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agritina saat dihubungi wartawan, Jumat (30/7).

    Untuk itu, Rima berharap semua pihak bisa tenang dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengutamakan musyawarah dengan tetap berpegang pada hukum positif.

    Rima juga mengingatkan, selama Diklat Paskibraka, protokol kesehatan tetap dijalankan.

    “Saya meminta saudara-saudara Capaskibraka seluruh Indonesia yang sedang mempersiapkan diri menjadi Paskibraka untuk benar-benar menerapkan protokol Covid agar tidak mengalami kasus serupa dengan Kristina,” kata Rima.

    BPIP meminta semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini sesuai dengan bukti dan ketentuan yang ada.



    https://www.republika.co.id/berita/qx29m8430/bpip-ingin-titik-terang-kasus-calon-paskibraka-gagal-diklat