BPIP Libatkan 120 Tenaga Ahli Bikin 15 Buku Ajar Pancasila Untuk Anak Usia Dini Kepada Siswa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melibatkan 120 ahli lintas disiplin dan agama untuk menghasilkan 15 buku teks Pancasila.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, buku teks Pancasila diperuntukkan bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Yudian usai menghadiri peluncuran Program Jayakarta Benteng Pancasila di Makodam Jaya / Jayakarta Jakarta pada Rabu (7/4/2021).

“Buku teks Pancasila dari PAUD terendah hingga perguruan tinggi ditangani oleh 120 ahli dari berbagai keahlian dan juga lintas agama. Di sana, saat ini telah dibuat 15 buku teks mulai dari yang terendah hingga perguruan tinggi untuk pendidikan formal,” kata Yudian.

Yudian menjelaskan, di dalam buku teks Pancasila terdapat 30 persen teori dan 70 persen kegiatan yang merupakan interaksi sosial.

Nilai-nilai di dalamnya, kata dia, diajarkan melalui keteladanan.

Baca juga: Launching Desa Pancasila, Pangdam Jaya Menggalang Ribuan Sosialisasi Babinsa

“Media menggunakan banyak lapisan media sosial. Ada animasi audio untuk anak-anak TK yang belum bisa membaca, lebih menyenangkan. Guru hanya mengatakan satu atau dua hal,” kata Yudian.

Selain itu, kata Yudian, materi dalam buku teks juga didukung oleh materi selain berupa buku.

Materi, kata dia, berupa animasi untuk siswa PAUD hingga film dokumenter untuk mahasiswa.

“Tapi mereka juga diberikan animasi, film, musik, storytelling, dan olah raga. Jadi kita dekati dunia milenial ini karena mereka pahami sebagai dunia, bukan kita orang tua. Jadi Pancasila bisa diserap anak-anak dengan mudah. ​​Jadi wajar saja. jadi. Itu di sekolah, “kata Yudian.

Rencananya buku teks Pancasila akan rampung dalam waktu dekat.




Source