BPJS Kesehatan Dukung ISSA dalam Studi Perawatan Jangka Panjang dan Manajemen Krisis Kesehatan

    TRIBUNNEWS.COM – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyatakan dukungannya yang kuat kepada negara-negara anggota International Social Security Association (ISSA) dalam menempuh studi. pengasuhan jangka panjang (LTC) atau perawatan sosial jangka panjang (PJP).

    Selain itu, BPJS Kesehatan akan berkontribusi dalam pengembangan sistem jaminan kesehatan di saat krisis kesehatan.

    Hal tersebut diungkapkannya saat membuka TC Health Meeting yang digelar secara online oleh ISSA, Kamis (8/4/2021).

    “Seperti yang kita lihat, kondisi pandemi saat ini menunjukkan implementasi yang kurang optimal pengasuhan jangka panjang (LTC) di berbagai negara. Selain itu, krisis kesehatan yang terjadi saat ini juga telah mematikan perekonomian global. Di seluruh dunia, sistem asuransi kesehatan tidak dirancang untuk menghadapi krisis ini, ”jelas Ghufron.

    Ghufron menjelaskan, ISSA Health Commission atau TC Health ke depan diharapkan juga berperan dalam memberikan pembinaan dan dukungan terhadap lembaga jaminan sosial di tengah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Dan diharapkan akan terbangun adaptasi jangka panjang untuk memperkuat kesiapsiagaan krisis dalam pandemi Covid-19.

    “Peran TC Health dalam memberikan bimbingan dan mendukung lembaga jaminan sosial selama krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini bagus dan akan memberikan kesempatan yang sangat baik untuk berbagi pengalaman dari berbagai lembaga jaminan sosial yang menghadapi tantangan serupa. Kami akan memberikan kontribusi penting untuk pemulihan dari krisis ini, ”kata Ghufron.

    Ghufron menjelaskan, BPJS Kesehatan juga akan berkontribusi pada kumpulan studi dan best practice dalam membangun studi kasus komparatif terkait penurunan rasio Gini akibat jaminan kesehatan universal di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, BPJS Kesehatan juga memaparkan perkembangan penelitian di 3 negara (Indonesia, Turki, dan Uruguay) terkait hal tersebut.

    Sebagai informasi, Direktur Utama BPJS Kesehatan saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Kesehatan ISSA atau Komisi Teknis Asuransi Kesehatan dan Sakit periode 2020-2022. Komisi Kesehatan ISSA (TC Health) terdiri dari negara-negara Aljazair, Argentina, Belgia, Prancis, Gabon, Georgia, Hongaria, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea, Peru, Rusia, Rwanda, Turki, dan Uruguay.

    TC Health periode 2020-2022 dengan tema prioritas fenomena penuaan penduduk, tantangan perluasan cakupan jaminan sosial dan kompilasi studi terkait hubungan antara Universal Health Coverage (UHC) dan peningkatan Kohesi Sosial dan Inklusi Sosial.




    Source