BPKH Upayakan Diversifikasi Investasi Dana Haji

    IHRAM.CO.ID,JAKARTA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berupaya melakukan diversifikasi investasi dana haji untuk mendapatkan nilai manfaat yang lebih optimal. Anggota Badan Pelaksana BPKH (BP BPKH) Beny Witjaksono mengatakan, penempatan pada penyertaan langsung dan penyertaan lainnya diharapkan lebih besar ke depan.

    “Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya bisa lebih banyak investasi langsung yang tetap hati-hati yaitu masuk selera risiko rendah hingga sedang,” ujarnya kepada Republika, Jumat (23/7).

    Sejak kebijakan baru UU No.11/2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja dan PMK No.18/2021 tentang pembebasan pajak atas hasil investasi dari dana haji, BPKH mulai melakukan sejumlah penyesuaian. Beny mengatakan BPKH telah mengurangi porsi penempatan di reksa dana syariah sejak akhir April, khususnya reksa dana terproteksi dan reksa dana pasar uang.

    BPKH menarik seluruh dana haji dari Reksa Dana Terproteksi sebesar Rp 35,9 triliun dan Reksa Dana Pasar Uang Syariah sebesar Rp 2 triliun. Beny mengatakan BPKH masih menempatkan dananya pada Reksa Dana Penyertaan Terbatas pada PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

    “(Penarikan dari reksa dana syariah) karena reksa dana masih kena pajak 10 persen, tapi kalau swakelola pajaknya nol, maka kita cairkan kemudian kita kelola sendiri,” kata Beny.

    Saat ini alokasi dana transfer masih dalam bentuk surat berharga namun dikelola secara mandiri. Ke depan, BPKH tertarik untuk masuk ke instrumen keuangan syariah lainnya seperti Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK-EBA) serta Dana Investasi Real Estat Syariah (DIRES).

    Beny mengatakan BPKH tertarik untuk berinvestasi di KIK EBA syariah yang akan diterbitkan Jasa Marga. Namun, publikasi itu terhambat karena pandemi Covid-19. BPKH juga masih melakukan investasi langsung di Bank Muamalat dalam bentuk penyertaan modal sebesar Rp3 triliun.

    “Kami (Bank Muamalat) masih memprosesnya, mohon doanya, (ini berasal) ada investasi langsung dan ada investasi lain yang direncanakan,” katanya.

    Beny menyampaikan berbagai masukan dan rencana terkait optimalisasi nilai manfaat investasi dana haji terus dikomunikasikan dengan Kementerian Agama. Diskusi ini penting untuk mendapatkan arahan yang jelas dari Menteri Agama.



    https://www.ihram.co.id/berita/qwp2c4430/bpkh-upayakan-diversifikasi-investasi-dana-haji