BPKP: Penyesuaian Tarif Tes PCR untuk Melindungi Masyarakat

    Harga PCR ini diklaim termurah kedua di Asia Tenggara.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp. 495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, dan Rp. 525 ribu untuk luar pulau. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengatakan tarif tes PCR disesuaikan untuk melindungi masyarakat dengan harga yang wajar.

    “Penyesuaian uji harga patokan tertinggi mengusap dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat agar memperoleh mengusap PCR mandiri yang adil,” kata Wakil Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Polhukam PMK, Iwan Taufiq Purwanto saat berbicara dalam konferensi pers virtual Kemenkes terkait angka tes PCR tertinggi, Senin (16/8).

    Ia mengatakan tarif PCR tertinggi Kemenkes saat ini diklaim termurah kedua se-Asia Tenggara (Asean). Namun, dia tidak menjelaskan lebih detail.

    Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menambahkan, saat ini tarif tes PCR lebih rendah 45% dibandingkan saat penetapan awal Kementerian Kesehatan sebesar Rp 900 ribu. Tarif ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021.

    Soal harga tes PCR tertinggi di Jawa-Bali yang berbeda dengan harga tes PCR di luar dua pulau itu, Kadir mengaku dipengaruhi faktor transportasi. Kadir menjelaskan, Jawa-Bali merupakan pusat perdagangan yang tidak membutuhkan biaya transportasi terlalu besar. Hal ini tentunya berbeda dengan laboratorium seperti di Kalimantan, Sumatera, Papua yang membutuhkan biaya transportasi.

    “Variabel biaya transportasi ditambahkan dalam unit biaya sehingga didapat selisihnya menjadi Rp 525 ribu,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qxxp8d485/bpkp-penyesuaian-tarif-tes-pcr-untuk-lindungi-masyarakat