BPN Sumbawa Optimis Tuntaskan Sertifikat PTSL – TOL

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Dengan tekad dan komitmen yang tinggi jajaran Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan (BPN Kantah) Kabupaten Sumbawa, menyatakan optimisme untuk dapat menuntaskan dan menyelesaikan pembuatan dan penerbitan puluhan ribu sertifikat gratis program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia dalam tahun anggaran 2019 ini telah yang telah meluncurkan program Terpadu Sistimatis Lengkap (PTSL) dan Redistribusi Tanah Obyek Landreform (TOL) untuk Kabupaten Sumbawa mencapai total 42.250 bidang tanah hingga akhir tahun anggaran mendatang, ungkap Kepala BPN Kantah Sumbawa Mahpud A.Ptnh M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanyanya Kamis (04/07) kemarin.

    Dijelaskan dalam tahun 2019 ini Kabupaten Sumbawa mendapatkan alokasi jatah program serifikat gratis dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia sebanyak 42.500 bidang (Sertifikat) terjadi peningkatan dua kali lipat dari yang diperoleh tahun sebelumnya, dan tentu program ini harus dapat dituntaskan hingga akhir tahun mendatang, yakni untuk program PTSL sebanyak 20.000 bidang dan Redistrasi TOL sebanyak 22.500 bidang, bahkan ada jatah 5.000 bidang bagi menunjang kegiatan Pemetaan Bidang Tanah (PBM), dimana dalam kegiatan untuk menuntaskan program serifikat gratis dimakasud, maka pihaknya telah membentuk 4 (Empat) Tim khusus yang bekerja secara sinergi untuk menuntaskan realisasi target program pembuatan dan penerbitan serifikat gratis PTSL maupun TOL dimaksud.

    Mengingat jumlah alokasi jatah PTSL maupun TOL tahun ini cukup banyak terang Mahpud akrab disapa, maka tentu aparatur BPN akan bekerja ekstra untuk menuntaskan, dimulai dari program tahapan pendataan dan pengumpulan data yuridis, pengukuran dan pembuatan gambar hingga pembuatan dan penerbitan sertifikatnya, karena itu hubungan kerjasama yang telah terbina dengan baik selama ini baik dengan Pemda Sumbawa maupun penegak hukum akan terus ditingkatkan, terutama bantuan kerjasama dan koordinasi dari para Camat dan Kepala Desa yang wilayahnya mendapatkan jatah bagi pelaksanaan program serifikat gratis dimaksud sangat dibutuhkan, sehingga apa yang diprogramkan Pemerintah dan menjadi harapan warga masyarakat itu sendiri dapat terwujud dengan baik, paparnya.

    “Menyangkut soal adanya kendala diakui memang ada yakni soal kondisi letak geografis wilayah Desa/Kecamatan penerima manfaat jangkauannya cukup sulit, sehingga penanganan percepatannya berbeda-beda, disamping saat tim turun melakukan pendataan dan pengukuran ada pemilik tanah yang tidak berada ditempat, kendati demikian semuanya dapat diatasi dengan baik bekat adanya dukungan kerjasama dari pihak Kecamatan dan Desa maupun adanya kesadaran dari warga masyarakat itu sendiri,” tukas Mahpud.

    Terkait dengan PTSL sambung Kasi Hubungan Hukum Pertanahan (HHP) BPN Kantah Sumbawa I Nyoman Purbawa dari hasil evaluasi yang dilakukan selama kurun waktu enam bulan terakhir ini hingga awal Juli 2019 ini, dari target PTSL sebanyak 20.000 bidang tanah yang diperuntukkan bagi 19 Desa se Kabupaten Sumbawa, tercatat realisasi Puldadis mencapai 12.768 bidang, dengan hasil riel sementara yang telah masuk dalam katagori Pengumuman dan Penerbitan sertifikatnya sebanyak 8.453 bidang (36%) terdiri dari Pengumuman sebanyak 2.743 bidang dan tuntas penerbitan sertifikat sebanyak 5.697 bidang tanah, termasuk didalamnya ada sekitar 1.300 lebih bidang tanah bagi lima Desa di Kecamatan Lunyuk yang rencananya pada minggu ketiga Juli akan segera dibagikan kepada warga masyarakat pemilik tanah penerima manfaat untuk tahap pertama dari program PTSL ini, paparnya.

    Sementara itu, Kordinator Program Redistrasi TOL Rahmat Nugroho yang juga Kasi Penataan Pertanahan, menyatakan untuk kegiatan redistribusi TOL tahun 2019 pada 40 Desa ditargetkan pertengahan Desember 2019 optimis akan dapat dituntaskan sesuai target mencapai 22.250 bidang, dengan berkas lengkap yang tellah berhasil dikumpulkan sebanyak 20.255 bidang dengan sisanya dikembalikan untuk dilengkapi oleh masyarakat melalui Pemerintah Desa setempat.

    Sedangkan, jumlah bidang tanah yang telah dilakukan pengukuran fisik lapangan sebanyak 19.868 bidang dan telah dilaksanakan sidang panitia pertimbangan Landreform tahap I untuk 16 Desa sebanyak 7.698 bidang 9 Mei lalu dan Kamis 4 uli 2019 ini untuk tahap II bagi 10 Desa sebanyak 5.005 bidang juga telah dituntaskan dengan baik, dimana dalam bulan Juli ini secara bertahap telah memasuki proses penerbitan sertifikat TOL hingga hari ini sebanyak 646 bidang (2,87%), dengan prosentase berkas permohonan 90,02 persen dan prosentase pengukuran bidang mencapai 88,30 persen, papar Rahmat Nugroho.