BPOM Temukan Pangan yang Mengandung Boraks di Pasar Baturaja

BPOM Palembang melakukan sidak di pasar dan menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan sejumlah bahan pangan yang dijual pedagang di pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), diuji positif untuk ramuannya. pengawet atau boraks.

Dalam sidak (sidak) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU di Pasar Baru Baturaja, petugas menemukan sejumlah makanan yang dijual pedagang, seperti cendol, mie kuning basah, dan daging ikan giling, diduga kuat mengandung zat berbahaya.

“Dari 22 sampel pangan yang dilakukan Teskit atau rapid sampling test, empat diantaranya positif mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia,” kata Kepala BPOM Palembang Martin Suhendri di Baturaja, Kabupaten OKU. Rabu (21/4).

Katanya, bak mi kuning basah, setelah dilakukan uji cepat di lapangan, diduga kuat mengandung bahan pengawet karena makanannya tidak lengket dan mengandung minyak. Selain itu, indikasi ini juga ditemukan pada daging ikan giling yang dipasok dari Jawa yang dijual oleh pedagang di Pasar Baru karena perubahan warna yang sangat cepat dan pekat.

“Semua sampel ini akan diuji lagi di laboratorium BPOM Palembang untuk dipastikan keakuratannya. Kalau memang positif, kami akan menuju ke sumber aslinya,” kata Martin.

Pelaksana Harian Bupati OKU Edward Chandra menambahkan, pemeriksaan dilakukan dengan menyisir kios-kios pedagang di sejumlah pasar tradisional Baturaja untuk melindungi masyarakat dari peredaran makanan berbahaya. Selain itu, juga mencegah pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan, tidak memiliki izin edar, rusak, kadaluwarsa, dan mengandung zat berbahaya sehingga tidak dikonsumsi masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan, sejumlah makanan seperti daging ikan giling, mie kuning basah, dan cendol ditemukan mengandung boraks. Edward juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli bahan makanan tersebut karena akan berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi.




Source