BPP Lampung dan ITERA Dorong Modernisasi Pertanian

    Abdul Roni optimistis pelatihan presisi ini akan menjadi role model di masa mendatang.

    REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG — Balai Latihan Pertanian (BPP) Lampung bekerja sama dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mendorong peningkatan kapasitas SDM pertanian dan penguasaan teknologi pertanian. Kerjasama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

    Menurut Kepala BPP Lampung, Abdul Roni, kerjasama dengan ITERA ini sesuai dengan arahan pimpinan Kementerian Pertanian untuk menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam upaya peningkatan SDM petani dan terobosan modernisasi pertanian.

    “Dengan PKS ini, BPP Lampung dan ITERA dapat berkolaborasi dalam mengembangkan model pertanian modern yang implementatif dan menarik bagi generasi muda,” kata Abdul Roni Lift, dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Jumat (8/10).

    Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala BPP Lampung Abdul Roni Lift dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itera Acep Purqon di Aula Itera (6/10). Acara tersebut digelar bertepatan dengan HUT Itera ke-7.

    Sebelum penandatanganan, kerjasama kedua pihak telah dilakukan dalam pelatihan pertanian presisi yaitu pengembangan Smart Greenhouse-Low Cost dengan konsep high technology namun dengan biaya yang murah dan mudah sehingga sangat cocok diterapkan di tingkat petani.

    Dengan bantuan teknologi IoT (Internet of Things)) berupa sensor intensitas cahaya, kelembaban tanah, suhu dan pH tanah sehingga petani dapat memantau kondisi tanaman dan memahami status kesehatan tanaman secara real time sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

    Kelebihan dari modul sensor ini adalah mudah untuk direplikasi dan alatnya mudah didapatkan sehingga jika nanti ada kerusakan, pengguna dalam hal ini petani dapat dengan mudah membelinya karena ada di pasar.

    Menurut Abdul Roni, pelatihan ini sangat mudah diadopsi. Teknologi yang ditawarkan juga sangat mudah, praktis dan ekonomis sehingga dapat menekan biaya input produksi sehingga dapat diterapkan dalam budidaya. Abdul Roni optimistis pelatihan presisi ini akan menjadi role model bagi lembaga pelatihan ke depan untuk melaksanakan pelatihan berbasis modernisasi teknologi pertanian.

    Seperti diketahui, Kementerian Pertanian RI terus mengakselerasi pertumbuhan dan penguatan petani muda guna mewujudkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung visi besar Indonesia maju.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu memberikan arahan kepada jajarannya untuk menjadikan peningkatan kualitas SDM pertanian dan upaya menjadikan sektor pertanian lebih menarik dan menguntungkan bagi generasi muda sebagai prioritas yang harus dilanjutkan. Sebagai langkah strategis, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) saat ini tengah melakukan terobosan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern.

    “Transformasi harus dilakukan karena pertanian tradisional menghasilkan produktivitas yang rendah. Sedangkan pertanian modern bercirikan atau menghasilkan produktivitas yang tinggi,” kata Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi baru-baru ini di Jakarta.



    https://www.republika.co.id/berita/r0o76m377/bpp-lampung-dan-itera-dorong-modernisasi-pertanian