BPPT Kembangkan Teknologi Mitigasi Perubahan Iklim

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan berbagai teknologi untuk keperluan mitigasi perubahan iklim. Diantaranya, teknologi mengolah gas metan menjadi energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

    “Penggunaan gas metan sebagai bahan bakar dapat menurunkan emisi gas rumah kaca,” kata Kepala BPPT Hammam Riza saat dihubungi dari Jakarta, Senin (19/4).

    Hammam mengatakan, biogas yang mengandung gas metan yang merupakan hasil degradasi limbah organik cair dan padat harus dimanfaatkan agar tidak terbuang ke lingkungan. Gas metan memiliki nilai emisi 21 kali lipat dari gas karbondioksida. Pengolahan dan pemanfaatan gas metana akan mengurangi emisi metana ke atmosfer.

    BPPT juga telah mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah / modular incinerator untuk mencegah pembentukan gas metan dari penguraian sampah melalui pembakaran terkontrol dan pengomposan untuk mencegah pembentukan gas metan dari proses penguraian sampah melalui pengolahan aerobik.

    Selain itu, BPPT sedang mengembangkan teknologi pemanfaatan sampah organik, teknologi mikroalga untuk menyerap gas karbondioksida di cerobong asap industri, teknologi produksi bersih, teknologi penghasil energi terbarukan, dan teknologi modifikasi cuaca untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

    “Dengan mengurangi penggunaan energi maka akan mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Hammam.

    Selain mengembangkan teknologi mitigasi perubahan iklim, BPPT mengembangkan teknologi adaptasi perubahan iklim seperti teknologi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk dan sumber air untuk menanggulangi efek iklim ekstrim dan teknologi modifikasi cuaca untuk memindahkan curah hujan ke laut guna mencegah banjir dan longsor. .


    Source