Bulgaria Mengusir Diplomat Rusia | Republika Online

Bulgaria mencurigai Rusia terlibat dalam empat ledakan di gudang senjata tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SOFIA – Bulgaria mengumumkan pengusiran empat diplomat Rusia. Tindakan itu dilakukan setelah jaksa penuntut mengatakan mereka mencurigai orang-orang Rusia terlibat dalam empat ledakan di gudang senjata itu.

Menteri Luar Negeri Bulgaria Ekaterina Zaharieva bertemu dengan Duta Besar Rusia di Sofia. Dalam pertemuan tersebut dia meminta kerja sama penuh Rusia dalam proses penyelidikan ledakan dan upaya untuk meracuni pedagang senjata Bulgaria Emilian Gebrev.

Moskow menolak penyelidikan tersebut dan mengatakan akan menanggapi pengusiran tersebut. Rusia sebelumnya pernah mengalami gesekan diplomatik dengan sejumlah negara bekas Uni Soviet.

Ceko menuduh Rusia berada di balik ledakan persenjataan 2014. Bulgaria, yang pernah menjadi sekutu terdekat Uni Soviet di Eropa Timur, telah mengusir delapan diplomat Rusia lainnya atas tuduhan spionase sejak Oktober 2019.

Zaharieva mengatakan Sofia berhak mengambil tindakan lebih lanjut. Dia meminta diplomat Rusia untuk menahan diri dari tindakan yang tidak sesuai dengan status mereka.

“Bulgaria menginginkan hubungan yang saling menguntungkan dan setara dengan Rusia dan itulah mengapa kami bersikeras memiliki kerja sama aktif dan berorientasi hasil dari Rusia untuk menyoroti situasi seputar insiden ini,” kata Kementerian Luar Negeri Bulgaria dalam sebuah pernyataan, Kamis (29 / 4).

Pada Rabu (28/4), jaksa penuntut Bulgaria mengatakan mereka punya alasan untuk meyakini ada hubungan antara ledakan di Bulgaria yang terjadi antara 2011 dan 2022 dengan percobaan pembunuhan pedagang senjata Emilian Gebrev dan ledakan di Republik Ceko. Sofia telah menuntut tiga orang Rusia.

Ketiga pria tersebut diyakini sebagai anggota badan intelijen militer GRU Rusia. Mereka dan dua orang Bulgaria dituduh meracuni Gebrev. Praha juga menuduh agen GRU melakukan ledakan di Republik Ceko pada 2014. Rusia membantah tuduhan itu dengan menyebutnya tidak masuk akal.

sumber: Reuters




Source