Bupati KSB Resmikan TTP Poto Tano

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), DR Ir H W Musyafirin, MM, meresmikan Taman Teknologi Petanian (TTP) Poto Tano. Bupati mengharapkan TTP mendorong KSB menjadi sentra pembibitan jagung dan peternakan di NTB.
Peresmian TTP Poto Tano ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati yang didampingi Ketua PKK KSB, Hj Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Sekda KSB, Abdul Azis, SH, MH, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) NTB, DR Ir M Saleh Mukhtar, Kepala OPD, Kepala Bagian Setda KSB, Camat, Kepala Desa dan Kelompok Tani.
Usai pengguntingan pita, Bupati bersama Sekda dan Kepala BPTP NTB melakukan pembibitan jagung Bima 20 URI (Untuk Rakyat Indonesia). Selanjutnya, Bupati dan pejabat lainnya di ajak me-launching penggemukan sapi di kandang penggemukan TTP Poto Tano.
Lounching ini ditandai dengan pemberian pakan yang diproses dari tanaman yang ada di TTP Poto Tano KSB. Jumlah sapi yang digemukkan di TTP Poto Tano saat ini sebanyak 48 ekor. Pemiliknya pun berasal dari kelompok ternak ataupun perorangan dengan sistem bagi hasil.
Kepala BPTP NTB, DR Ir M Saleh Mukhtar, dalam laporannya mengatakan, TTP Poto Tano adalah TTP satu-satunya di NTB. TTP Poto Tano memiliki luas lahan 10 hektar. Di atas lahan aset Pemda KSB ini, berdiri belasan bangunan yang dianggaran dari APBN, lahan pembibitan jagung, lahan pakan dan fasilitas lainnya.      Untuk bangunan, terdiri dari kantor, ruang rapat, ruang pelatihan, bangsal pengolahan hasil, kandang, gudang pakan. TTP Poto Tano juga memiliki peralatan teknologi seperti mesin pembuatan pakan dan lainnya.
Keberadaan TTP adalah untuk mendekatkan teknologi pertanian kepada masyarakat. Ciri dari TTP Poto Tano adalah sebagai agrobisnis pembibitan jagung terintegrasi dengan peternakan.
Namun ke depan, di bidang pertanian bukan hanya pengembangan jagung, tetapi tanaman hortikultura lainnya. Untuk tujuan, TTP Poto Tano akan dijadikan pusat penerapan teknologi pertanian.
Kemudian pusat inkubator agrobisnis jagung dan peternakan. ‘’Untuk output, output kami adalah menciptakan wirausahawan,” kata DR M Saleh Mukhtar.
Pengelolaan TTP Poto Tano ini ditangani oleh BPTP NTB selama tiga tahun, yakni 2016 sampai 2018. Untuk tahun 2016-2017 lebih difoskuskan pada pembangunan fisik.
Sementara nantinya pada tahun 2019, TTP Poto Tano, akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah KSB. Diharapkan, TTP ini pun bisa dimanfaatkan dengan nantinya. ‘’Yang jadi PR kita di sini adalah tembok keliling dan pembangunan embung karena air agak sulit. Mudah-mudahan akan dibangun sentra pemasaran hasil olahan/gerai/toko karena TTP Poto Tano memliki bangsal pengolahan hasil tanaman,” jelasnya.
Bupati dalam sambutannya memberikan catatan kepada Sekda KSB, pertama TTP Poto Tano ke depan harus menjadi sentra pembibitan jagung dan peternakan di NTB. Efeknya, RPH( Rumah Poto Hewan) Poto Tano pun beroperasi maksimal.
Kedua, membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kepala Dinas Pertanian terpilih nantinya untuk mengelola TTP dengan baik. Ketiga, menyiapkan pengelolaan, kelembagaan  dan sumber daya manusia yang baik. Keempat, mengatur aset TTP karena akan diserahkan Kementerian Pertanian pada 2019.
Kelima adalah mempersiapkan anggaran pada 2018 mendatang untuk tembok keliling TTP dan pembuatan embung/irigasi.
Bupati juga mengharapkan penyuluh pertanian, penyuluh peternakan, petani dan peternakan untuk memanfaatkan TTP Poto Tano.
Bekerjasama dengan pengelolaa TTP dari BPTP NTB guna pengembangan pertanian dan peternakan di KSB. ‘’Walaupun nanti nya TTP akan diserahkan ke Pemda, kami harapkan pendapingan dari BPTP NTB tetap memberikan pendampingan karena kami belum bisa mengelola sendiri,” ujar Bupati.